Kandidat Pilkada Mamuju Saling Jegal, Keduanya Ajukan Sengketa Diskualifikasi

Kuasa Hukum Paslon nomor urut 1, Habsi Wahid-Irwan SP Pababari menyetor berkas permohonan sengketa Pilkada di Kantor Bawaslu Mamuju, Jl Pengayoman, Senin, 28 September. (SAHRUL ALIM/FAJAR)

“Kalau persoalan penginputan, itu dikembalikan lagi ke kampus. Saat ini, kami mengajukan lima bukti. Mungkin nanti ada tambahan. Nanti di persidangan kami buka bukti-bukti itu,” jelas Akriadi.

Terkait gugatan yang dilayangkan kuasa hukum Sutinah-Ado Mas’ud, Akriadi mengaku, belum menerima pernyataan tertulis Bawaslu secara resmi.

“Kami sangat siap menghadapi (gugatan, red) itu. Karena melihat materi gugatan yang sudah mereka nyatakan di media kami anggap kalau itu lemah,” papar Akriadi.

Ketua Bawaslu Mamuju, Rusdin mengaku, permohonan tersebut bakal diverifikasi. Kalau lengkap bakal diregistrasi dan kalau tidak lengkap maka diminta perbaikan.

Bawaslu, lanjut Rusdin, hanya diberi waktu 12 hari menyelesaikan permohonan itu melalui musyawarah sengketa. kalau misalkan permohonannya dinyatakan lengkap hari ini, tentu akan langsung diregistrasi.

“Tentunya membutuhkan energi yang banyak. Kemungkinan kami akan menginap di kantor. Tak ada lagi waktu untuk pulang,” pungkas Rusdin.

Sebelumnya, sehari usai penetapan calon, pasanganan penantang di Pilkada Mamuju, Sutina Suhardi-Ado Mas’ud (Tina-Ado) langsung melayangkan permohonan sengketa Pilkada ke Bawaslu Mamuju, Kamis, 24 September. Permohonannya meminta KPU Mamuju mendiskualifikasi atau membatalkan penetapan calon untuk pasangan petahana, Habsi Wahid-Irwan SP Pababari (Habsi-Irwan).

Kuasa Hukum Tina-Ado, Anwar Ilyas mengatakan pihaknya menyertakan 40 bukti berkas dugaan pelanggaran Habsi-Irwan. Petahana, kata dia, diduga telah menyalahgunakan kewenangan, program dan kegiatan pemerintah enam bulan sebelum tahapan Pilkada.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar