Kandidat Pilkada Mamuju Saling Jegal, Keduanya Ajukan Sengketa Diskualifikasi

Kuasa Hukum Paslon nomor urut 1, Habsi Wahid-Irwan SP Pababari menyetor berkas permohonan sengketa Pilkada di Kantor Bawaslu Mamuju, Jl Pengayoman, Senin, 28 September. (SAHRUL ALIM/FAJAR)

“Kami melihat penetapan paslon, ada yang tidak benar. Karena paslon petahana tidak memenuhi syarat. Ada hal yang dia langgar menurut UU Nomor 10 tahun 2016 pasal 71 ayat (2) dan (3). Jika terbukti calon itu bisa didiskualifikasi,” Kata Anwar Ilyas, usai menyerahkan bukti laporan di Bawaslu Mamuju, Kamis 24 September.

Paslon petahana diduga melanggar hal tersebut dan sanksinya tertuang dalam pasal 71 ayat 5 yakni harus didiskualifikasi.

“Pasal 71 ayat 2 itu tentang larangan mutasi. Pasal 71 ayat 3 itu tentang larangan menggunakan kewenangan, program dan kegiatan. Semua itu dilakukan petahana berdasarkan 40 bukti yang kami serahkan,” jelas Anwar Ilyas.

Anwar Ilyas mengaku, timnya sangat teliti dan hati-hati memproses itu. Hasilnya memang harus diajukan sengketa. “Salah satu bukti pelanggaran itu yakni ada mutasi yang tidak sesuai. Penyalahgunaan program yakni Sahabat Rakyat. Target kami didiskualifikasi,” bebernya. (rul)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar