Kerajinan Tangan dari Kulit Biawak, Pencinta Seni Suka Produk Olahan Manual


Pria ini dijuluki seniman gila. Demi membuat karya seni, ia memburu biawak.

Laporan: Muhlis Majid

FAJAR.CO.ID — Namanya Dina Mahardika. Akrab disapa Bang Dina. Di kalangan seniman, ia dipanggil seniman gila.

Julukan itu karena pekerjaannya yang ekstrem. Setiap pekan, berburu biawak demi mendapat kulitnya.

Kenapa harus berburu? Karena tidak sembarang biawak yang ia bidik. Harus ukuran besar untuk dijadikan kerajinan tangan. Seperti tas, dompet, topi, dan kerajinan lainnya yang punya keunikan tersendiri.

Galerinya yang terletak di Kampung Lette RT4, RW 4, Kelurahan Tanjung Merdeka, Kecamatan Mariso, dipenuhi karya seni dari berbagai jenis kulit. Biawak yang baru diburu juga nampak bergelantungan di tempat produksi yang diberi nama Galeri Wong Sinting itu, Senin, 27 September.

Pekerjaan ini sudah dilakoni sejak 2010. Sampai sekarang, ia mengaku sudah menangkap sekira 500 ekor biawak besar yang banyak ia tangkap di wiayah tanjung hingga Kabupaten Takalar.

Sekarang, ia sudah punya 5 pekerja. Semua masih dikerjakan manual alias tanpa mesin.

Namun menurutnya, justru dengan manual ini yang membuat produknya mahal karena punya karya seni tersendiri. Pencinta seni lebih suka.

Selain kulit biawak, ia juga memproduksi berbagai kerajinan dari kulit kuda dan ikan kulit pari. Kulit kuda tersebut dibeli langsung di pasar kuda Kabupaten Jeneponto, sedangkan ikan pari diperoleh dari para nelayan.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...