Puji Tiongkok, Airlangga Hartanto Sebut Pemulihan Ekonomi Indonesia Mengarah Positif

Selasa, 29 September 2020 09:24

Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto -- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, pemulihan ekonomi Indonesia telah menunjukkan perbaikan ke arah positif sejak memasuki masa new normal.

Hal tersebut terlihat dari penguatan berbagai indikator, seperti penguatan indeks pasar modal dan apresiasi nilai tukar rupiah.

Selain itu, perbaikan PMI manufaktur, kenaikan Indeks Keyakinan Konsumen dan pertumbuhan penjualan ritel.

Pemerintah, kata Airlangga, telah menyiapkan strategi, dan menetapkan berbagai kebijakan dan program untuk tetap menggerakkan ekonomi, menjaga sumber penghasilan masyarakat.

“Namun dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap protokol kesehatan,” ujar Airlangga, saat memberikan sambutan pada acara Konferensi Pertama Mekanisme Konsultasi Belt and Road Antar Partai Politik China-Indonesia yang digelar secara virtual di Jakarta, Senin (28/9).

Ketua Umum DPP Partai Golkar ini juga mengungkapkan, Indonesia dapat mengambil pelajaran dari Tiongkok.

Meskipun tidak selalu dapat disamakan kondisinya, Tiongkok berhasil menekan kasus dengan efektif sekaligus dapat mencapai pemulihan ekonomi dengan cepat.

“Terbukti Tiongkok mampu mencatatkan pertumbuhan ekonomi yang positif di kuartal II lalu sebesar 3,2 persen,” ujarnya.

Menurut Airlangga, konsep “Belt and Road Initiatives” yang diluncurkan oleh Tiongkok, sejalan dengan konsep yang dikembangkan oleh Pemerintah Indonesia, yaitu Poros Maritim Dunia.

“Konsep ini adalah upaya kami untuk memperkuat persatuan Indonesia, sekaligus meningkatkan dan menyejahterakan rakyat Indonesia,” katanya.

Ketua DPP Partai Golkar bidang Hubungan Luar Negeri Dave Akbarshah Laksono menambahkan, Belt Road Initiative adalah salah satu langkah yang strategis guna mempercepat kerja sama ekonomi kedua negara.

Anggota Komisi 1 DPR dari Fraksi Partai Golkar (FPG) itu juga mengapresiasi kerja sama vaksin antara Sinovac dan Biofarma guna mempercepat temuan vaksin untuk mencegah wabah Covid-19.”Pertukaran informasi dan kerja sama penelitian akan didorong terus ke depan bagi Tiongkok dan Indonesia agar negara-negara Asia mampu menemukan vaksin maupun pencegahan dari virus-virus yang berpotensi menjadi pandemi di masa depan serta mampu melindungi masyarakat seluruh dunia,” jelasnya. (jpnn/fajar)

Bagikan berita ini:
3
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar