Rayu Perempuan, Polisi dan BIN Gadungan Raup Ratusan Juta Rupiah

Selasa, 29 September 2020 22:56

Tersangka Eki Sugianto usai ditangkap anggota Satreskrim Polresta Denpasar (Istimewa)

FAJAR.CO.ID — Seorang pria asal Pekanbaru, Riau dibekuk anggota Satuan Reserse Kriminal Polresta Denpasar. Dia mengaku-ngaku sebagai anggota polisi dan Badan Intelejen Negara (BIN).

Dia adalah Eki Sugianto. Polisi dan anggota BIN gadungan ini ditangkap polisi setelah berhasil menipu korban seorang perempuan bernama Siti. S, warga Perumahan Graha Dewata, Pemogan, Denpasar Selatan.

Tak main-main, melalui bujuk rayu dan mulut manisnya, Eki berhasil menipu korban hingga ratusan juta rupiah.

Kasat Reskrim Polresta Denpasar, Kompol I Dewa Putu Anom Danujaya, Selasa (29/9) menjelaskan, kronologi penangkapan polisi dan anggota BIN gadungan ini setelah pihaknya menerima laporan dari korban.

Sesuai laporan korban, perempuan kelahiran 29 September 1973 ini mengaku telah ditipu pelaku dalam bisnis jual beli dan sewa alat berat.

Kasus penipuan yang dilakukan pelaku terhadap korban terjadi pada 7 Juni 2020 lalu.

Berawal dari perkenalan korban dengan pelaku melalui media sosial (medsos) Instagram (IG) sekitar tahun 2019 lalu.

Saat perkenalan via IG itu, pelaku mengaku sebagai anggota Polri dan BIN.

“Saat awal perkenalan pelaku (Eki Sugianto) ini mengaku anggota Polri berpangkat AKP (Ajun Komisaris Polisi),”terang Kompol I Dewa Putu Anom Danujaya.

Selanjutnya usai berkenalan, hubungan keduanya pun makin mesra. Bahkan setelah merasa nyaman dengan pelaku, korban Siti mengaku menjalin hubungan asmara jarak jauh alias LDR (Long Distance Relationship) dengan Eki.

Bahkan tanpa perasaan curiga sedikitpun, antara korban dan pelaku sering berkomunikasi via telepon maupun video call

“Antara pelaku dan korban ini belum pernah tatap muka. Namun saat video call, dari pengakuan korban, pelaku sering terlihat mengenakan seragam polisi,”jelas Kompol Danujaya.

Bahkan selain mengaku sebagai anggota polisi, imbuh Danujaya, dari keterangan korban, pelaku juga mengaku sebagai pengusaha yang bergerak di bidang sewa menyewa alat berat.

Nah, dari pengakuan pelaku sebagai pengusaha inilah, sekitar Maret 2020, pelaku mengajak dan menawarkan kerjasama bisnis dengan korban.

Singkat cerita, atas bujuk rayu pelaku, korban pun tertarik dan berminat dengan tawaran pelaku dan kemudian menjalin bisnis dengan Eki.

Selanjutnya, setelah bersepakat, korban yang percaya bahwa pelaku adalah seorang pebisnis dan anggota Polri kemudian mentransfer sejumlah uang dengan nilai hingga ratusan juta secara bertahap.

Uang tersebut ditransfer korban ke rekening pelaku dalam bentuk deposito untuk pembayaran alat berat excavator, biaya perbaikan, dan biaya pengiriman alat berat.

Menurut Kompol Danujaya,sesuai rincian, korban mentransfer sejumlah uang yakni dari sejak Mei 2019.

Pertama korban mentransfer sebesar Rp 30 juta. Kemudian sekitar tanggal 26 Mei 2019, korban kembali mentransfer sejumlah uang ke rekening pelaku sebesar Rp 250 juta sebagai uang pelunasan.

“Namun setelah pelunasan terjadi sampai batas waktu yang telah dijanjikan, alat berat tersebut tidak kunjung datang. Pelaku juga tidak bisa dihubungi lagi. Atas dasar itulah korban melapor ke Polresta Denpasar,”ungkap Kompol Danujaya.

Kemudian atas laporan korban, tim dari Polresta Denpasar kemudian berangkat ke Pekanbaru, Riau untuk melakukan penyelidikan terhadap keberadaan pelaku.

Namun dari sana diketahui pelaku telah kabur ke Lebak, Banten.

Hingga akhirnya dia berhasil ditangkap di rumah istri sirinya di Lebak, Banten.

“Pelaku akhirnya kami temukan sedang bersembunyi di kamar mandi rumah istri sirinya,” beber Danujaya. (JPC)

Bagikan berita ini:
2
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar