Sabreena Dessler: Sekarang Lebih Bebas

Sabreena Dessler (INSTAGRAM Sabreena Dessler)

FAJAR.CO.ID — Perempuan blasteran Indonesia-Jerman ini mengenal si kulit bundar sejak berusia 12 tahun. Sampai kemudian, dia terpilih menjadi salah seorang pemain Persija Putri dan masuk tim PON DKI.

Sabreena nggak main-main saat terjun ke olahraga yang didominasi laki-laki tersebut. Dia bercerita tentang perjalanan karir, impian, dan cinta.

Gimana perjalanannya sampai bisa masuk tim Persija?

Unexpected banget. Waktu kecil, saya nggak pernah kepikiran. Tapi, saya suka belajar hal baru, suka tantangan. Perjalanannya lumayan lama. Baru pas mau lulus (sekolah, Red), saya kepilih di Persija. Itu susah banget untuk fokus ke sekolah dan bola. Juga, social life dan keluarga.

Terjun ke cabang olahraga yang mostly cowok. Apa yang dirasakan?

Keren banget dan bangga. Di sini perempuan yang main sepak bola masih termasuk rare ya. Ini memungkinkan saya menunjukkan kepada orang-orang bahwa kami juga bisa memainkan olahraga yang sering dianggap sebagai olahraganya laki-laki.

Panas-panasan saat latihan maupun tanding, tetap bisa merawat kulit?

Saya biasanya nggak terlalu peduli dengan kulit saya. Namanya main bola, masak mau cantik-cantikan. Skin care routine saya masih yang basic kayak cuci muka dan kadang-kadang ngalis, bergantung mood. Oh, saya selalu pakai sunblock. Bukan karena takut hitam, tapi buat menjaga kulit tetap sehat.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...