Sembilan Bulan Kasus Pembunuhan Pedagang Coto Mandek, Pelaku Berpengalaman?

Selasa, 29 September 2020 20:26

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sembilan bulan lamanya, kasus pembunuhan terhadap Dahlan Daeng Liwang, 53 tahun masih menggantung di Polres Gowa.

Pedagang coto itu tewas di Jalan Yompo Daeng Naba, Kecamatan Somba Opu, pada 19 Desember 2019 silam. Belum ada tanda-tanda keberadaan pelaku hingga kini.

Meski sudah dalam tahap lidik, polisi belum tahu ciri-ciri dan sosok dari pelaku, yang sudah sembilan bulan ini masih bersembunyi di tempat yang sulit diketahui aparat.

Padahal sudah jelas, warga asal BTN Minasa Upa, Kota Makassar ini tewas dengan sebuah proyektil peluru yang bersarang di tubuhnya.

“Kalau ini sendiri (pelaku). Kita juga belum tahu (orang berpengalaman atau bukan), karena ini rapi (caranya membunuh),” kata Kasat Reskrim Polres Gowa, AKP Jufri Natsir, Selasa (29/9/2020).

Pemilik dari peluru itu pun masih samar. Dia tak bisa menuduh, jika seandainya peluru yang terbuat dari timah panas itu adalah milik polisi, ataupun milik warga sipil.

“Kalau peluru kan sudah pernah ada yang kita temui di lokasi (TKP) pada saat diturunkan. Tapi kita belum tahu siapa yang gunakan,” tambahnya.

“Kalau kita bilang anggota (Polisi), ada yang bersenjata dan tidak. Sebagian juga ada masyarakat yang pakai senjata sekarang menggunakan rakitan peluru tajam,” sambung perwira tiga balok ini.

Meski sosok pelaku sama sekali belum terungkap dan tertangkap, anak korban, Hasdalil Mukminat masih berharap penuh kepada aparat untuk membongkar tempat persembunyian pelaku.

Dari penuturan perempuan berusia 27 tahun ini, ayah tercintanya itu menganggap bahwa kematiannya bisa saja datang dengan cara yang tragis.

Almarhum dulu menganggap, bisa saja ada orang yang mencelakakan dirinya, karena banyak kasus sengketa tanah yang ia menangkan dan berpotensi menimbulkan dendam dari para lawannya.

“Kerjaanku ini nyawa taruhannya. Karena banyak yang iri sama saya dan banyak dendam. Sewaktu-waktu tidak di tau umur nanti. Ada orang atau temanku yang niat jelek sama saya,” kata Hasdalil yang menirukan perkataan ayahnya semasa hidup.

Beberapa lama kemudian, pada Kamis pagi, (19/12/2019), pebisnis tanah sekaligus bos coto itu melintas di Jalan Yompo Daeng Naba, Kabupaten Gowa ditemukan tewas.

Darahnya bercucuran hingga meninggal dunia di lokasi itu juga. Ponsel dan kendaraan miliknya tergeletak begitu saja. Hasdalil menduga, ayahnya ditembak oleh OTK.

“Saat autopsi, saya yakin luka di tubuh ayah saya itu luka tembakan senjata api,” kata Hasdalil kepada wartawan. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
3
1
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar