Tanggapi Video DP, IAS: Saya Bantu DP Sebenarnya Saya Sudah Lupa

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR-- Mantan Walikota Makassar, Ilham Arief Sirajuddin (IAS) akhirnya angkat bicara terkait video wawancara Danny Pomanto (DP) bersama Rijal Jamal yang beredar di media sosial. 

Terlebih dalam video itu, DP mengaku tidak pernah dibantu oleh IAS saat berjuang di Pilwalkot pertamanya, tahun 2014. Bahkan, DP mengaku bahwa dirinyalah yang sebenarnya banyak membantu IAS.

"Soal apakah saya membantu DP atautidak saat berpasangan Deng Ical, sebenarnya saya sudah lupa dan berusaha benar-benar melupakan," kata IAS melalui pernyataan resminya yang diterima fajar.co.id, Selasa (29/9/2020).


Tak sampai di situ, IAS juga mengklarifikasi pernyataan Danny yang menurutnya banyak membantunya selama menjabat walikota Makassar dia periode.


"Itu memang benar. Saya meminta tolong kepadanya agar membantu saya merancangnya karena DP cukup bagus sebagai arsitektur. Tapi pertanyaan saya, kenapa saat menjabat sebagai penentu kebijakan dan DP tidak membangun apapun kecuali membenahi lorong dan mengklaimnya sebagai Lorong Nasdem?" Ungkap IAS.


Berikut pernyataan lengkap IAS yang diterima redaksi fajar.co.id:


Menjawab video itu, saya ingin mengatakan beberapa hal. 

Pertama, soal apakah saya membantu DP atau tidak saat berpasangan Deng Ical, sebenarnya saya sudah lupa dan berusaha benar2 melupakan. Saya selalu ingin melupakan apa saja yang pernah saya lakukan untuk orang lain. Sebaliknya, dalam prinsip hidup saya, saya tidak terbiasa  melupakan bantuan orang kepada saya. Tapi, masyarakat tentu tahu sendiri bagaimana sebenarnya kisah kemenangan Danny Pomanto bersama Deng Ical melawan kandidat lain di pilwalkot 2014. Masyarakatlah yang lebih tahu. Kalau saya mudah lupa, masyarakat tentu tidak demikian. Sampai sekarang, masih banyak masyarakat yang selalu mengingatkan saya bahwa mereka menyesal membantu DP dan menyesalkan saya yang membawa DP kepada mereka untuk dipilih. 

Kedua, saya juga tidak perlu kaget jika DP di mana-mana tidak pernah mengakui bantuan dan sokongan saya pada perjuangannya menjadi wali kota dulu. Saya tahu dan paham bahwa inilah kebiasaannya. Teman2 Nasdem pasti tidak lupa bagaimana obrolan DP dengan NH dan sejumlah orang Golkar dalam sebuah rekaman video, yang terang-terangan tidak pernah merasa dibantu oleh Nasdem sepanjang perjalanan kariernya sebagai wali kota. DP mengaku justru dirinyalah yang membesarkan Nasdem.

 Ketiga, saya ingin berpesan kepada orang-orang yang saat ini sedang membantu DP menjadi wali kota kedua kali. Bahwa, anda tidak mungkin mengingkari tabiat dan kepribadian DP yang sangat mudah melupakan bantuan orang, dan selalu menegaskan bantuan dirinya kepada orang lain. Hal yang saya alami, cepat atau lambat akan Anda alami. Bersiaplah untuk itu. Jika saya yang pernah bersahabat dengannya 17 tahun tidak pernah dianggap, bagaimana dengan Anda yang baru mengenalnya? 

Oh iya. Saya juga mendengar dalam wawancara DP dan Rijal Jamal bahwa DP mengaku semua karya pembangunan monumental di era saya itu karena jasanya (maksudnya DP berperan merancang pembangunannya). Itu memang benar. Saya meminta tolong kepadanya agar membantu saya merancangnya karena DP cukup bagus sebagai arsitektur. Tapi pertanyaan saya, kenapa saat menjabat sebagai penentu kebijakan dan DP tidak membangun apapun kecuali membenahi lorong dan mengklaimnya sebagai Lorong Nasdem? 

Jawabannya hanya satu menurut saya. DP memang lebih hebat jika menjadi arsitek dibanding menjadi wali kota. Cocok hanya sebagai arsitek. Supaya dia lebih berjasa dan bisa berkarya, maka cocoknya menjadi teman wali kota yang bisa mengeksekusi pembangunan monumental. 

Maaf, hal ini terpaksa saya harus jelaskan karena desakan banyak pihak kepada saya untuk menjelaskan yang sebenarnya kepada publik. Masyarakat tahu bahwa pernyataan DP tidak pernah dibantu oleh saya adalah sebuah kebohongan. Pesan saya pribadi kepada DP, hentikan selalu berbohong!

Wassalam... IAS

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan