Tiga Minggu Diterapkan, Pesta Pernikahan Paling Banyak Langgar Perwali 53

Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas COVID-19 Makassar, M Sabri.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pemerintah Kota (Pemkot) melakukan evaluasi terhadap peraturan Wali Kota (Perwali) 53 tentang pesta pernikahan di hotel. Hasilnya, pelanggaran masih banyak ditemukan.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas Covid-19 Makassar, M Sabri saat melakukan konferensi pers di Posko Covid-19, Jalan Nikel Raya, Senin (28/9/2020).

Menurut Sabri, selama tiga minggu efektif diberlakukan, masyarakat masih banyak yang melanggar Perwali 53. Sehingga Pemkot harus memberikan sanksi teguran.

“Ada beberapa yang kami berikan surat teguran, ada 7 yang kami berikan teguran yang pelanggarannya yang sebenarnya tidak seberapa, pelanggarannya tidak menjaga jarak,” ucap Sabri.

Sabri menambahkan, untuk pelanggaran pertama hanybakan diberi sanksi teguran terlebih dahulu. Jika terus melanggar maka bisa saja diberi sanksi denda maksimal Rp. 20 Juta untuk hotel.

“Setelah kita memberikan surat teguran, apabila didapati lagi melanggar protokol Kesehatan, maka tindakannya tidak hanya surat teguran, tapi pasti dikenakan denda atau ijinnya dicabut untuk tidak menyelenggarakan protokol Kesehatan,” ungkapnya.

Sabri mengungkapkan, langkah tegas Pemkot Makassar dikarenakan pesta pernikahan bisa saja menjadi kluster penyebaran covid 19. Apalagi tamu yang datang tidak sedikit. Sehingga penularan akan gampang terjadi.

“Mematuhi protokol Kesehatan resepesi pernikahan supaya tidak menjadi kluster baru di tempat pernikahan tersebut. Itu yang harus kita lakukan,” tandas asisten I Pemkot Makassar itu. (ikbal/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...