Berpotensi Sebar Virus covid 19, Pemkot Makassar Larang Prasmanan di Pesta Pernikahan

ILUSTRASI. Prasmanan/jawapos

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Resepsi pernikahan di hotel diawasi ketat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Pasalnya berpotensi menjadi kluster.

Ketua Satgas Penegakan Disiplin Gugus Tugas COVID-19 Makassar, M Sabri mengatakan, untuk mencegah adanya kluster, maka prasmanan di acara hotel kini dilarang.

“Yang paling krusial adalah ketika melakukan prasmanan, olehnya itu tidak diizinkan untuk prasmanan untuk di resepsi pernikahan. Karena kalau prasmanan maka prasmanan akan buka masker, foto-foto, dan sebagainya,” ujarnya, Selasa (29/9/2020)

Menurut Sabri, selama tiga minggu efektif diberlakukan, masyarakat masih banyak yang melanggar Perwali 53 Tentang pernikahan di hotel. Sehingga Pemkot harus memberikan sanksi teguran.

“Ada beberapa yang kami berikan surat teguran, ada 7 yang kami berikan teguran yang pelanggarannya yang sebenarnya tidak seberapa, pelanggarannya tidak menjaga jarak,” ucap Sabri.

“Yang jelas evaluasi kami 3 Minggu tentang respesi pernikahan, masih banyak pelanggar yang didapati,” katanya melanjutkan.

Sabri menambahkan, untuk pelanggaran pertama hanya akan diberi sanksi teguran terlebih dahulu. Jika terus melanggar maka bisa saja diberi sanksi denda maksimal Rp. 20 Juta untuk hotel.

“Setelah kita memberikan surat teguran, apabila didapati lagi melanggar protokol Kesehatan, maka tindakannya tidak hanya surat teguran, tapi pasti dikenakan denda atau ijinnya dicabut untuk tidak menyelenggarakan protokol Kesehatan,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...