Demonstrans Dibiarkan Berkerumunan, Din Syamsuddin: Polri Belum Bertindak Profesional

Din Syamsuddin, saat deklarasi Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia alias KAMI di Tugu Proklamasi, Jakarta, Selasa (18/8). Foto: Ricardo

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Deklarator Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI), Din Syamsuddin menilai aparat kepolisian belum menegakan hukum secara berkeadilan.

Din mengungkap hal tersebut terkait dengan pembubaran silaturahmi acara KAMI di Surabaya, Senin (28/9) kemarin.

“Dari peristiwa tersebut diketahui bahwa aparat penegak hukum atau Polri belum bertindak secara profesional dan berkeadilan,” kata Din dalam pesan singkatnya kepada jpnn, Rabu (30/9).

Pada dasarnya, Din mendukung tindakan kepolisian membubarkan acara atas dasar menegakkan protokol kesehatan. Termasuk dalam pembubaran acara silaturahmi KAMI. Namun, ucap dia, tindakan ke KAMI memunculkan perasaan tidak adil.

Sebab, polisi membiarkan demonstrasi yang dihadiri ratusan massa yang menolak silaturahmi KAMI di tempat dan waktu yang sama.

“Pada peristiwa Surabaya, Polri justru masuk ke dalam ruangan membubarkan acara KAMI yang menerapkan protokol kesehatan, sementara kelompok yang menolak KAMI dibiarkan berkerumun dan beragitasi di luar dan melanggar protokol kesehatan,” ungkap Din.

Selain itu, kata Din, insiden pembubaran silaturahmi KAMI ini menandakan terdapat kelompok antidemokrasi dan bersikap radikal.

Kelompok itu yang berwawasan eksklusif dengan kecenderungan menolak keberadaan kelompok lain.

“Mereka tidak memahami bahwa keberadaan suatu kelompok dalam masyarakat dijamin oleh konstitusi. Kalau ada ketaksetujuan terhadap pikiran atau gagasan, seyogianya dihadapi dengan pikiran dan gagasan pula,” beber Din.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...