Irjen Napoleon Minta Rp7 Miliar ke Djoko Tjandra

Irjen Pol Napoleon Bonaparte ditetapkan sebagai tersangka penerima suap Djoko Tjandra (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

Irjen Napoleon Minta Rp7 Miliar ke Djoko Tjandra

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang Praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait status tersangka yang disematkan kepada Irjen Napoleon Bonaparte oleh Bareskrim Polri mengungkap fakta mencengangkan.

Seperti dikutip Radar Tegal (Jawa Pos Group), dalam Praperadilan Irjen Napoleon terdaftar dengan nomor perkara 115/Pid.Pra/2020/PN JKT.SEL di PN Jakarta Selatan itu terungkap fakta bahwa Irjen Napoleon Bonaparte meminta uang sebesar Rp 7 miliar kepada Djoko Tjandra.

Tim Divisi Hukum (Divkum) Polri membeberkan, bahwa Irjen Napoleon meminta uang itu sebagai imbalan atas jasa penghapusan red notice eks buronan hak tagih Bank Bali Djoko Tjandra.

“Awalnya Tommy Sumardi mengatakan biayanya Rp 15 miliar (penghapusan red notice). Tetapi Djoko Tjandra keberatan dan disepakati sebesar Rp10 miliar,” ujar salah satu tim Divkum Polri dalam sidang Prapreadiln di PN Jaksel, Selasa (29/9).

Usai dihubungi Djoko Tjandra, lantas Tommy Sumardi kemudian menyambangi ruangan mantan Karo Korwas PPNS Polri Brigjen Prasetijo Utomo. Kepada Prasetijo, Tommy minta diperkenalkan kepada pejabat di Divisi Hubungan Internasional (Hubinter) Polri.

Saat itu, Tommy Sumardi telah membawa uang suap dari Djoko Tjandra sebesar USD 100 ribu. Uang USD 100 ribu itu dibelah menjadi tiga untuk ketiganya yang sudah ditetapkan tersangka yaitu 20 ribu dolar AS untuk Brigjen Prasetijo, 30 ribu dolar AS untuk Tommy Sumardi dan sisanya 50 ribu dolar AS jatah Napoleon Bonaparte. Namun, Napoleon menolak bagiannya dan meminta lebih. “Irjen Napoleon Bonaparte tidak mau menerima uang dengan jumlah tersebut dan meminta Rp 7 miliar,” lanjutnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...