Isu PKI Bangkit, Prof Salim Said: Diperlukan Pemerintah yang Tahu Sejarah

Prof Salim Said saat diskusi virtual. Foto tangkapan layar di YouTube/mesya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia, Prof Salim Said menilai, komunisme sudah bangkrut. Karena sebagai ideologi, komunisme tidak bisa menjawab tantangan zaman.

“Saya sudah lama berkoar-koar, komunisme itu sudah bangkrut. Sebagai ideologi dia tidak bisa menjawab tantangan,” ujar Prof Salim Said saat berbicara pada Indonesia Lawyers Club (ILC) TVOne, mengangkat thema ‘Ideologi PKI Masih Hidup?’, Selasa (29/9) malam.

Menurut Prof Salim, fakta-fakta komunisme sudah bangkrut, sangat jelas terlihat.

Mulai dari tumbangnya Uni Soviet dan sejumlah negara lain yang menganut paham komunisme.

Kemudian di Tiongkok, komunisme yang ada menjurus kepada kapitalis.

“Jadi, komunisme seperti yang dibicarakan, yang dibayangkan dulu dipimpin DN Aidit, tidak zamannya lagi. Kalau bilang PKI akan bangkit, saya enggak yakin,” katanya.

Meski demikian, penulis buku ‘Gestapu’ ini menilai peristiwa kelam keberadaan komunisme di Indonesia tetap perlu dibicarakan sebagai sebuah sejarah. Prof Salim juga menilai, pemerintah yang berkuasa harus tahu sejarah, bijaksana dan memiliki komitmen yang kuat untuk mengelola potensi konflik.

Pasalnya, jika anak cucu PKI atau pihak yang sebelumnya menjadi bagian dari komunis merasa dendam, kemudian melakukan sebuah gerakan, maka stabilitas bangsa yang terancam.

“Kalau bereaksi seperti yang ditakutkan orang, ada dendam, tentu yang terancam republik. Karena akan ribut lagi. Karena itu, diperlukan pemerintah yang kuat, bijaksana dan tahu sejarah,” kata pria kelahiran Parepare itu.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...