Jaringan Internet Tak Memadai, Pilkada Selayar Rawan

Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Indeks Kerawanan Pemilu berdasarkan data Bawaslu Sulsel di Kabupaten Kepulauan Selayar per September 2020 juga dinilai cukup tinggi yakni 49,67 persen.

Meski indeks kerawanan Kepulauan Selayar tak setinggi Kota Makassar yang mencapai hingga 65,12 persen, namun tingkat rawan di Kepulauan Selayar juga perlu menjadi perhatian.

Pasalnya, di 12 kabupaten kota yang akan menggelar Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2020, Kepulauan Selayar memiliki tingkat kerawanan yang cukup berbeda dengan kabupaten kota lainnya.

Komisioner Bawaslu Sulsel, Saiful Jihad menyebut tingkat kerawanan di Kepulauan Selayar juga dinilai dari minimnya fasilitas internet atau jaringan.

Biasanya, indeks kerawanan pemilu dilihat dari isu-isu strategis seperti politik uang, materi kampanye, infrastruktur jaringan internet daerah, hak pilih, pandemi Covid-19, gangguan keamanan, netralitas ASN, dan Maladministrasi Anggaran Daerah.

“Memang di Selayar terkait dukungan jaringan internet itukan lemah, jadi dianggap rawan karena bisa menganggu. Apalagi masyarakat harus mendengarkan visi misi paslon, kalau tidak ada jaringan bagaimana masyarakat bisa tahu informasinya,” kata Saiful, Rabu (30/9/2020).

Terlebih, jika kebijakan kampanye di media sosial diterapkan oleh kandidat pasangan calon, kata dia, masyarakat Kepulauan Selayar akan sulit mengakses informasi tersebut.

“Informasi tentang calon harus sampai di masyarakat supaya masyarakat bisa memilih sesuai apa yang menjadi harapan mereka,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...