Komisioner KPU Makassar Terpapar Covid-19,Pengamat: Pilih Kedaulatan atau Keselamatan Rakyat?

Ilustrasi Pilkada

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Meski kabar komisioner KPU Makassar dinyatakan positif Covid-19, penyelenggaraan Pilwalkot 2020 ini kukuh tetap digelar.

Pakar Politik Unismuh Makassar, Andi Luhur Prianto, memberikan dua pilihan kepada pemerintah soal pesta demokrasi yang tetap digelar meski para penyelenggara telah terpapar.

Pilihan pertama soal kedaulatan, dan kedua soal keamanan rakyat. Kata dia, semakin jauh tahapan Pilwalkot, maka semakin parah pula penyebaran virus tersebut.

“Apa yang dialami jajaran penyelenggara. Mulai dari level pusat hingga daerah. Harusnya menjadi pertimbangan untuk menunda tahapan,” katanya, Rabu (30/9/2020).

“Sekali lagi, menyelamatkan demokrasi dan kedaulatan rakyat bukan sekadar mendesain soal teknis penyelenggaraan Pilkada. Keselamatan rakyat adalah soal esensi,” sambung Andi Luhur melalui pesan singkat.

Menurutnya, kegiatan yang bersifat mengumpulkan massa, sangat rawan terjadinya penyebaran virus tersebut.

Kata Andi Luhur, ada satu di antara dua pertimbangan yang lebih dipilih oleh pemerintah dan para penyelenggara demi kontestasi politik tahun ini tetap berjalan.

“Pertimbangan medis-epidemologis sudah banyak diberikan. Tapi pertimbangan politik kekuasaan masih lebih menentukan. Sekarang waktu yang tepat untuk membangun empati dan simpati bagi para korban pandemi ini,” pungkasnya.

Diketahui, Ketua KPU Makassar, M Faridl Wajdi, dan Anggota KPU Makassar, Endang Sari, dinyatakan positif Covid-19.

Hal tersebut terkonfirmasi dengan dikeluarkannya hasil swab yang menyatakan keduanya terinfeksi, pada Selasa (29/9/2020) kemarin. (Ishak/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...