Masa Pandemi, Angka Pasangan Bercerai Makin Tinggi

Rabu, 30 September 2020 20:01

ILUSTRASI

Melihat data tahun sebelumnya, tren perceraian di Gresik mengalami peningkatan. Pada semester pertama (Januari–Juni) pada 2018, tercatat ada 843 kasus. Kalau dirata-rata, terdapat 140 janda atau duda baru setiap bulan.

Lalu, pada 2019 angka perceraian di semester pertama tercatat 927 kasus. Atau rata-rata 154 janda atau duda baru per bulan. Nah, pada 2020, selama enam bulan (Maret–Agustus) ternyata ada 1.058 kasus dengan rata-rata 176 perkara setiap bulan. Artinya, terdapat kenaikan 22 kasus.

Menurut Sofyan, selama masa pandemi, catatan kasus terbanyak terjadi pada awal-awal Covid-19 menyebar. Yakni, pada Maret dengan jumlah 268 perceraian. Dia menjelaskan, tren kasus perceraian itu meningkat pada masa sebelum pandemi bisa jadi karena masalah kecil di keluarga sudah muncul.

Lalu, karena tidak ada latar belakang lain, masalah itu bisa diredam. Nah, saat pandemi, masalah-masalah kecil tersebut membesar hingga berujung perpisahan.

Dia menegaskan, perceraian bukanlah satu-satunya solusi menyelesaikan masalah dalam rumah tangga. Sebetulnya prinsip perkara perceraian dipersulit agar tidak bisa serta-merta kalau ada masalah pasangan bisa semena-semena menggugat atau menceraikan.

Bagikan berita ini:
1
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar