Prof Salim Said: Jangan Lupa, Ada Anak PKI Namanya Ribka Tjiptaning, Dia Itu Pengurus PDIP

Prof Salim Said saat diskusi virtual. Foto tangkapan layar di YouTube/mesya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Saksi hidup PKI, Prof Salim Said angkat bicara terkait sejarah pemberontakan Partai Komunis Indonesia (PKI) di Indonesia.

Guru Besar Ilmu Politik Universitas Pertahanan Indonesia itu menceritakan, kebangkitan PKI di Indonesia bermula dari gagasan Soekarno untuk mengembangkan ideologi Nasakom (nasionalis, Islam, dan komunis).

Gagasan itu muncul pada tahun 1926 setelah pemberontakan PKI di Jakarta dan Banten ditumpas oleh pemerintah Hindia Belanda.

“Bung Karno melihat pemberontakan itu gagal karena tidak ada persatuan, itu komunis saja. Jadi Bung Karno mengajak persatuan nasionalis, Islam dan komunis (Nasakom). Gak ada masalah waktu itu,” ucap Salim Said dalam video yang dibagikan di kanal YouTube Egis Purnama, Selasa (30/9).

Salim menjelaskan pada tahun 1948 atau setelah Indonesia merdeka, terjadi pemberontakan PKI di Madiun yang menelan banyak korban, baik dari kalangan ulama maupun TNI.

“Sejak itu, cara orang Indonesia yang bukan komunis melihat Indonesia itu sebagai ancaman,” ucapnya.

Baca juga: Komunis Gaya Baru di Indonesia, Syahganda KAMI: Ulama Dipersekusi, Hafiz Alquran Dihancurkan

PKI kembali melancarkan upaya kudeta pada tahun 1965 yang dikenal dengan istilah Gestapu atau Gerakan 30 September atau G30S PKI.

“Sejumlah jenderal dibunuh oleh PKI. Keadaan itu memperburuk kemungkinan mengembangkan persatuan berdasarkan Nasakom,” ucapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...