Soal Surplus, Dipo Alam: Menteri Sri Mulyani Harus Belajar ke Polri

Dipo Alam. (int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan Sekretaris Kabinet pada Kabinet Indonesia Bersatu II Dipo Alam ikut mengomentari kondisi di Kepolirian Republik Indonesia (Polri).

Di mana dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Komisi III di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (30/9/2020), Kapolri Jenderal Idham Azis mengungkapkan institusinya mengalami kelebihan jumlah personel perwira menengah (pamen) dan tinggi (pati).

Diketahui, Perwira tinggi merupakan golongan pangkat perwira yang paling tinggi dan ditandai dengan pemakaian bintang di pundak.

Idham mengatakan surplus pamen dan pati itu menjadi salah satu tantangan Korps Bhayangkara dalam sistem mutasi dan promosi di lingkungannya. “Kombes surplus 288 dan perwira tinggi surplus 213 orang,” katanya.

Atas kondisi itu, Dipo Alam meminta Menteri Sri Mulyani belajar ke Polri soal kata ‘surplus’. Terlebih dalam menghadapi resesi ekonomi di tengah pandemi Covid-19.

“Nah!! berita “surplus” gembira kita dengarnya saja Menkeu SMI @KemenkeuRI boleh belajar surplus dari Polri kalau perlu, agar hadapi resesi tidak defisit; dan utang nambah lagi?” Kata Dipo di akun Twitternya, Rabu (30/9/2020).

Sebelumnya, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan ekonomi nasional resmi resesi pada kuartal III-2020. Hal itu menyusul revisi proyeksi yang dilakukan Kementerian Keuangan.

Sri Mulyani mengatakan, pihak Kementerian Keuangan melakukan update proyeksi perekonomian Indonesia untuk tahun 2020 secara keseluruhan menjadi minus 1,7% sampai minus 0,6%.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...