Tak Pernah Sebut, Jaksa Pinangki Heran Ada Nama ST Burhanuddin dan Hatta Ali

Tersangka kasus suap pengurusan pengajuan fatwa Mahkamah Agung (MA) untuk membebaskan Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari berada di dalam kendaraan usai menjalani pemeriksaan di gedung Bundar, Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (2/9/2020). Foto: antaranews.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Terdakwa kasus dugaan penerimaan suap dari Djoko Tjandra, Pinangki Sirna Malasari, membantah pernah menyebut nama Jaksa Agung ST Burhanudin dan eks Mantan Ketua Mahkamah Agung Hatta Ali dalam proses penyidikan.

Karena itu, Pinangki merasa heran mengapa dua nama tersebut disebutkan dalam dakwaannya. Hal itu disampaikan salah satu penasihat hukum Pinangki, Jefri Moses saat membacakan nota keberatan atau eksepsi kliennya di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (30/9).

“Perihal nama Bapak Hatta Ali dan Bapak ST Burhanudin yang ikut dikait-kaitkan namanya belakangan ini dalam permasalahan hukum terdakwa, sama sekali tidak ada hubungannya, dan terdakwa tidak pernah menyebut nama beliau dalam proses penyidikan dan penuntutan perkara terdakwa,” kata dia dalam persidangan.

Dalam eksepsi itu, Pinangki menegaskan tidak ada hubungan dengan dua nama tersebut. Pinangki, lanjut penasihat hukum, hanya mengetahui Hatta Ali sebagai mantan Ketua Mahkamah Agung. Pinangki juga tidak mengenal secara personal dan tidak pernah berkomunikasi dengan Hatta Ali.

Selain itu, Pinangki juga hanya mengetahui ST Burhanudin sebagai atasannya atau Jaksa Agung di institusi hukum tempatnya bekerja. “Namun, tidak kenal dan tidak pernah berkomunikasi dengan beliau,” jelas dia.

Pinangki dalam eksepsi itu, juga menegaskan penyebutan nama-nama tersebut bukan didasarkan oleh pernyataannya.

Karena itu, Pinangki heran adanya pemberitaan atau surat dakwaan yang dibacakan oleh Jaksa Penuntut Umum, yang menyeret dua nama tersebut.“Dapat kami sampaikan dalam momen ini, penyebutan nama pihak-pihak terebut bukanlah atas pernyataan terdakwa dalam proses penyidikan, namun karena ada orang-orang yang sengaja mau mempersalahkan terdakwa, seolah-olah dari terdakwalah yang telah menyebut nama pihak-pihak tersebut. Terdakwa sejak awal dalam penyidikan menyampaikan tidak mau menimbulkan fitnah bagi pihak-pihak yang namanya selalu dikait-kaitkan dengan terdakwa,” kata penasihat hukum.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...