23 Koruptor Terima Diskon Hukuman Lewat PK, Begini Pembelaan Mahkamah Agung

Kamis, 1 Oktober 2020 23:18

Gedung Mahkamah Agung

“Kalau beralasan ya apakah kita harus menutup mata sebagai lembaga penegak keadilan?” ujarnya.

“Lembaga penegak hukum dan keadilan tempat orang mencari keadilan. Apalagi PK itu adalah beradil,” tegasnya.

Karena itu, ia menilai anggapan PK jadi modus baru koruptor mengurangi hukuman adalah persepsi atau pendapat saja.

Sebab secara institusi, seluruh Hakim Agung yang mengadili perkara PK bertanggung jawab atas putusan yang diberikan kepada terpidana.

Selain itu, tekan dia, para Hakim Agung juga bertanggungjawab kepada Tuhan yang Maha Esa.

“Kalau memang (PK) diperiksa ada yang beralasan, apakah kita menutup mata sebagai hakim?” tuturnya.

Sementara seorang penuntut, kata dia, hanya fokus pada bagaimana supaya terdakwa dipidana dan mendapatkan hukuman.

“Tapi kami mempertanggungjawabkan nurani kami, juga putusan kami akan diadili mahkamah yang lebih besar lagi,” kata dia.

Andi Samsan pun menyebut tugas Hakim Agung cukup berat.

“Jadi cukup berat juga tugas kami. Jadi kami juga mempertanggungjawabkan bahwa kami akan diadili juga,” pungkasnya.(rmol/ruh/pojoksatu)

Bagikan berita ini:
6
2
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar