Ada Potensi Bencana di Selatan Jawa?

ILUSTRASI. Bencana

Hasil tersebut kemudian dipadukan dengan data GPS di Pulau Jawa. Diketahui bahwa megathrust itu berada di bagian barat. Terlihat dari warna merah yang ada di peta. Sementara itu, biru di bagian tengah menandakan gempa besar pernah terjadi. Begitu pula di Jawa Timur yang terdapat warna merah. ”Kalau di overlay dengan data gempa, sangat kuat gempanya, tapi sangat jarang di wilayah megathrust ini,” jelasnya.

Baca juga: Kemenristek Siapkan Dua Sistem Mitigasi Gempa dan Tsunami

Dia menerangkan, pertemuan Indo-Australian plate dengan busur Sunda menyebabkan adanya area yang terkunci. ”Nah, kalau terkunci itu yang menyebabkan akumulasi energi dan kalau energinya sudah besar, kuncinya sudah tidak kuat maka lepas, di situ terjadi gempa,” jelas Prof Sri.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menekankan bahwa tujuan besar penelitian apa pun tentang kegempaan dan tsunami adalah memperkuat mitigasi risiko. Bukan menimbulkan kepanikan di masyarakat. Dwikorita mengatakan, penelitian soal potensi tsunami dengan ketinggian gelombang hingga 20 meter yang dipicu aktivitas megathrust di pantai selatan Jawa dilakukan sejak beberapa tahun lalu.

”Metode, pendekatan, dan asumsi yang dilakukan dalam tiap penelitian tersebut berbeda, namun hasilnya kurang lebih sama, yaitu potensi terjadinya tsunami dengan ketinggian sekitar 20 meter, dalam waktu 20 menit gelombang tiba di pantai sejak terjadinya gempa,” kata Dwikorita.

KONTEN BERSPONSOR

Komentar