Ini Strategi Pemkab Bone Hadapi Resesi

FOTO: AGUNG PRAMONO/FAJAR

FAJAR.CO.ID,FAJAR — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bone siap menghadapi resesi.

Kepala BPKAD, Najamuddin mengatakan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2020 tentang Prioritas Penggunaan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2020 sehingga Pemerintah Daerah Kabupaten Bone menetapkan 3 prioritas percepatan penanganan penyebarluasan Covid-19 antara lain: kesehatan, ekonomi, dan jaringan pengaman sosial.

Kata dia, untuk penanganan dampak ekonomi misalnya pengadaan bahan pangan dan kebutuhan pokok dalam rangka menjaga ketahanan pangan daerah dan menekan dampak panic buying. “Termasuk pemberian insentif berupa pengurangan atau pembebasan pajak daerah, perpanjangan waktu pelaksanaan hak dan pemenuhan kewajiban perpajakan,” katanya Kamis (1/10/2020).

Kemudian untuk penyediaan social safety net atau jaringan pengaman sosial, antara lain pemberian hibah (Bantuan sosial) dalam bentuk uang dan atau barang dari pemerintah daerah secara memadai kepada masyarakat yang terdampak.

Berdasarkan data Dinas Sosial Bone untuk penyaluran bansos tahap pertama jumlah penyaluran sebanyak 20.726 kk yang tersalur hingga 31 Agustus sekitar 16.941 kk, yang belum tersalur 3.785 kk. Yang belum disalurkan itu orangnya belum datang mengambil, dan rencananya akan dibawakan langsung.

Bantuan tahap pertama itu uang tunai senilai Rp200 ribu dan beras 5 kg. Sedangkan penyaluran JPS kedua jumlahnya 10.000 KK, tersalur 23 kecamatan. Masih ada 4 kecamatan belum disalurkan. Jenis bantuannya sembako. Anggaran untuk jaring pengaman sosial Rp33,9 miliar.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...