Pinangki Bantah Terima Uang dari Djoko Tjandra

MERASA TAK BERSALAH: Pinangki mengikuti sidang di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (30/4). Sidang itu beragenda mendengarkan eksepsi atau nota keberatan atas dakwaan jaksa. (FEDRIK TARIGAN/JAWA POS)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Pinangki Sirna Malasari kembali dihadirkan dalam sidang lanjutan di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat, kemarin (30/9).Melalui surat yang ditunjukkan kepada awak media, oknum jaksa yang terseret pusaran skandal suap Djoko Tjandra itu membantah dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) yang disampaikan dalam sidang sebelumnya.

Pinangki menyampaikan bantahan itu dalam selembar kertas. Dia menulis bahwa dirinya sama sekali tidak mengetahui action plan yang disebut JPU dalam surat dakwaan.

”Saya tidak pernah mengetahui action plan, apalagi membuat action plan tersebut,” tulisnya. Karena itu, dia menyesalkan munculnya nama Jaksa Agung Burhanuddin dan mantan Ketua Mahkamah Agung (MA) Hatta Ali dalam dakwaan jaksa.

Dalam sidang sebelumnya, JPU memang menyebut bahwa Pinangki berperan aktif membuat proposal action plan untuk membebaskan Djoko Tjandra dari jerat hukum. Dalam proposal itu pula, Pinangki membawa-bawa nama Burhanuddin dan Hatta Ali. Pembahasan mengenai action plan muncul dalam pertemuan di Kuala Lumpur, Malaysia, pada 19 November 2019.

Baca juga: Begini Isi Surat Pinangki untuk Jaksa Agung dan Eks Ketua MA

Dalam action plan itu pula dibahas fee untuk Pinangki sebanyak USD 1 juta. Djoko Tjandra kemudian memberikan USD 500 ribu kepada Pinangki melalui adik iparnya yang bernama Herriyadi Angga Kusuma dan Andi Irfan Jaya. Melalui Herriyadi pula, Djoko Tjandra berpesan agar USD 100 ribu dari total USD 500 ribu diberikan kepada Anita Kolopaking. Namun, Pinangki hanya memberikan USD 50 ribu kepada Anita.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...