Sektor Unggulan Bone Melemah, Perlu Dievaluasi?

Sektor Unggulan Bone Melemah, Perlu Dievaluasi?

FAJAR.CO.ID, BONE — Tak bisa dipungkiri sektor pertanian Bumi Arung Palakka paling besar kontribusi dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mencapai 40 persen. Namun diprediksi sektor unggulan itu di tahun 2020 melemah.

Merujuk data produksi Dinas Pertanian Bone di tahun 2018 jumlah produksi padi 1.420.475 ton. Di tahun 2019 menurun menjadi 971.941 ton. Untuk jagung juga begitu. Tahun 2018 jumlah produksi sebanyak 402.397 ton, dan tahun 2019 turun menjadi 221.697 ton.

Sekretaris Dinas Pertanian Bone, Muh Risal mengatakan, Bone merupakan salah satu sentral padi di Sulsel. Bone urutan ketujuh nasional. Apalagi bantuan benih padi dan jagung dari pemerintah pusat melalui APBN dalam rangka peningkatan produksi.

“Padi inbrida sekitar 20 ribu hektare, padi bebas residu 75 hektare, padi rawa 716 hektare, padi bantuan pusat 29.760 hektare. Sedangkan jagung hibrida 12.500 hektare,” katanya Kamis (1/10/2020).

Untuk sektor perikanan pada tahun 2018 menyumbang 46.641 ton, tambak 187.534,5 ton, budidaya laut 168.675 ton. Sedangkan di tahun 2019 meningkat, perikanan 48.212 ton, tambak 196.266 ton, budidaya laut 180.193 ton.

Kadis Kelautan dan Perikanan, Wahida mengaku, peningkatan produksi perikanan itu harus memperbaiki sarana prasarana. Baik kepada nelayan dan pembudidaya. “Ada pemberian alat bantu. Dari peningkatan modal ada dari provinsi dan pusat. Ada juga asuransi,” sebutnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...