Terpidana Mati Sempat Komunikasi dengan Anak Istri, Polisi Heran Petugas Mengaku Tertidur

Cai Changpan alias Cai Ji Fan (kanan). Gorong-gorong tempat Cai Changpan melarikan diri yang berada di samping Lapas Kelas I Tangerang (kiri). (LAPAS KELAS 1 TANGERANG FOR JAWA POS-RENDY SETIAWAN/TANGERANG EKSPRES)

FAJAR.CO.ID — Sejumlah kejanggalan terkait kaburnya terpidana mati WN Tiongkok, Cai Changpan, diungkap pihak kepolisian. Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus, menyampaikan bahwa pihaknya masih terus mendalami kasus yang terjadi di Lapas Tangerang, pada 14 September tersebut.

“Ini masih kami dalami semuanya, kemarin saya sampaikan, tim dari Krimum dan Narkoba Polda Metro Jaya serta Polres Tangerang Kota bersama tim dari lapas bersama-sama mengatur penyelidikan di dalam lapas,” ungkap Yusri kepada wartawan, Kamis (1/10/2020).

Sebagai contoh, kata lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1991 itu, bahwa penggalian lubang yang berdiameter 2,5 meter dengan panjang 30 meter oleh Cai Changpan dengan leluasa tanpa diketahui sekalipun petugas Lapas. Lebih jauh, Yusri menyebut terpidana mati narkoba itu menggali lubang di dekat kamarnya selama delapan bulan.

“Melubangi 8 bulan ini itu yang perlu kami dalami apakah ada keterlibatan dari pada petugas di sana atau tidak. Tim masih bergerak untuk melakukan penyelidikan,” kata Yusri.

Selain itu, mantan Kapolres Tanjungpinang tersebut menambahkan, penyidik juga curiga terkait shift yang ada di dalam Lapas. Sebab, Cai Changpan baru diketahui 11 jam usai melarikan diri.

“Kemudian 11 jam baru diketahui pada saat tersangka ini melarikan diri. Dalam 11 jam ini ada 3 shift. Shift pertama bagaimana pengecekan para tahanan ini perlu kami dalami lagi kalau pengakuan dari teman satus sel dari tersangka ini dia cuman menyebutkan dua kekuatan, lengkap. Tetapi apakah tidak dicek secara langsung sampai dengan shift ketiga baru diketahui,” ujarnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...