Akses Ibadah Umrah Dibuka, AMPHURI Harap Calon Jamaah yang Tertunda Diprioritaskan

Jemaah Umrah Akan Diatur Aplikasi I’tamarna

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah Republik Indonesia (AMPHURI) berharap Pemerintah Pusat lebih memprioritaskan para calon jamaah umrah yang sempat tertunda keberangkatannya karena adanya pandemi Covid-19.

Mengingat saat ini akses layanan ibadah umrah kembali dibuka dengan ketentuan dan aturan protokol kesehatan yang ketat.

Selain itu, kebijakan Pemerintah Arab Saudi yang mengizinkan jamaah umrah dari luar negeri masuk ke negaranya, hanya diperuntukkan bagi negara yang dianggap aman dan mampu menekan kasus Covid-19.

“Kalau jumlahnya mungkin ada kisaran 2 sampai 3 ribuan jemaah yang tertunda keberangkatannya di Sulsel untuk periode masa umrah kemarin,” ucap Wakil Ketua DPP AMPHURI, M Azhar Gazali, Jumat (2/10/2020).

Azhar menyebut sejak Februari hingga April 2020, pihaknya tidak memberangkatkan calon jamaah umrah sama sekali.

“Walaupun ibadah haji tetap dilaksanakan pun juga tentu dengan jumlah yang sangat terbatas yang tadinya 2,5 juta jamaah haji turun jauh drastis hanya sekitar 10 ribu jamaah,” bebernya.

Sejauh ini, kata dia, pemerintah belum membuka kembali Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), namun para travel perjalanan ibadah haji dan umrah tidak dapa tinggal diam dengan kondisi pemasukan yang tidak ada sama sekali.

Sehingga pihaknya membuat program tabungan umrah yang diperuntukkan bagi calon jamaah yang ingin mendaftarkan diri akan tetapi belum mendapat kepastian apakah akan diberangkatkan atau tidak.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...