Dibalik Dugaan Mark Up Anggaran Covid-19 Bone, Fakta atau Tendensius?

Jumat, 2 Oktober 2020 21:17

Sekretaris PPC-19 Bone, Dray Vibrianto.

FAJAR.CO.ID, BONE — Dugaan mark up anggaran covid-19 di Bone sementara diselidiki Subdit III Tipikor Ditreskrimsus Polda Sulsel. Fakta atau tendensius belaka?

Anggaran yang disiapkan Gugus Tugas PPC-19 Bone tahap pertama Rp1,5 miliar. Rp1,2 miliar diperuntukkan untuk penyediaan Alat Pelindung Diri (APD) dan Rp300 juta untuk penyiapan gugus tugas.

Di awal-awal pandemi pasar buka tutup, cafe dan warkop dibatasi, Pelabuhan Bajoe ditutup. Soft lockdown. Perbatasan pun mulai diperketat, namun sayang petugas masih menggunakan APD seadanya. Jas hujan. Asal ada.

“Uang ada, tetapi barang tidak ada,” kata Sekretaris PPC-19 Bone, Dray Vibrianto Jumat (2/10/2020).

Di awal pandemi memang berat. Para petugas perbatasan hanya bekerja saja. Insentif belum jelas saat itu. Yang penting Bumi Arung Palakka aman.

Persediaan untuk APD saat itu memang sangat susah-susahnya. Masih ingat pelajaran dasar ekonomi, hukum permintaan dan penawaran? Jika harga naik jumlah permintaan barang akan meningkat, sedangkan jika harga turun maka jumlah permintaan barang akan menurun.

Bagikan berita ini:
7
10
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar