Gde Siriana: Demi Pilkada Jalan, Akal Sehat pun Dikorbankan

Gde Siriana. (Int)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Menteri Koordinator Bidang Perekonomian sekaligus Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) Airlangga Hartarto kembali jadi sorotan.

Pernyataan terbarunya yang mengisyaratkan bahwa penyelenggaraan pemilihan kepala daerah (pilkada) tidak akan berpengaruh pada peningkatan kasus covid-19 menuai sorotan.

Sebagai bukti, Airlangga penyebutkan saat ini tak ada lonjakan kasus baru di daerah-daerah yang menggelar pilkada serentak. Sebaliknya, DKI Jakarta yang tak menggelar pilkada justru terus mencatatkan penambahan kasus tertinggi tiap harinya.

Direktur Indonesia Future Studies (INFUS) Gde Siriana Yusuf mengatakan membandingkan DKI Jakarta dengan daerah berpilkada adalah sebuah kekeliruan.

“Waduh Menko koq logika pikirnya kusut gini. Justru jika gak ada Pilkada bisa tinggi kasus, maka potensi kasus naik jika ada Pilkada. Itu baru kalimat yang nyambung,” tulis Gde di akun Twitternya, Jumat (2/10/2020).

Deklarator KAMI itu bahkan menyindir Ketua Umum Partai Golkar itu. Menurutnya, jika pola pikir seperti itu, maka sebaiknya pembatasan sosial dihilangkan saja atau abaikan aturan protokol yang ada.

“Kalau mau anggap Pilkada gak naikkan kasus ya konsisten aja, stop PSBB..buka keramaian dengan protocol. Demi Pilkada jalan, cara berpikir & akal sehat dikorbankan,” ungkapnya.

Seperti diketahui Menko Airlangga dalam video conference disiarkan melalui akun YouTube Kemenko Perekonomian, Jumat (2/10) membandingkan daerah yang Pilkada dengan DKI Jakarta.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...