Lanjutan Kebakaran Kejagung, Staf Ahli Jaksa Agung Berpotensi Tersangka

  • Bagikan

“Tentunya akan mengerucut untuk mencari tersangka. Sebagai pertanggungjawaban pidana kan tentunya, kemarin bapak Kabareskrim sudah sampaikan pasal 187 atau 188 dengan kesengajaannya atau kealpaannya,” ujarnya.

Dilanjutkannya, Polri dan Kejaksaan Agung juga telah melakukan gelar perkara bersama.

“Tadi pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.30 WIB telah dilaksanakan gelar perkara dengan jaksa peneliti atau P-16 guna ekspose hasil penyidikan,” katanya.

Gelar perkara dipimpin langsung oleh Kabareskrim Komjen (Pol) Listyo Sigit Prabowo yang juga dihadiri Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana, dan tim jaksa peneliti.

Dijelaskannya, dalam gelar perkara tersebut, penyidik Polri menyampaikan hasil penyidikan kepada jaksa peneliti. Selanjutnya, saran dan pendapat yang diterima penyidik akan dijadikan bahan evaluasi untuk memperbaiki berkas perkara.

“Biar nanti kalau sudah tahap satu bisa berjalan dengan lancar, jangan sampai berkas bolak-balik. Jadi istilahnya kita sinkronisasi, kita sampaikan apa fakta-fakta yang kita dapatkan dalam proses penyidikan ini,” tuturnya.

Dia juga menyebut penyidikan masih terus dilakukan hingga hari ini, termasuk pemeriksaan saksi. Meski demikian, polisi masih belum menetapkan tersangka dalam kasus ini.

Sebelumnya tim gabungan Bareskrim Polri bersama Kejaksaan Agung melakukan gelar perkara kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung di Kantor Bareskrim pada Kamis (17/9).

Dari gelar perkara itu disimpulkan terdapat dugaan peristiwa pidana atas kebakaran Gedung Utama Kejaksaan Agung, yakni sumber api bukan disebabkan adanya hubungan arus pendek listrik, melainkan diduga karena “open flame” (nyala api terbuka) sehingga gelar perkara meningkatkan kasus itu dari penyelidikan ke tahap penyidikan.

  • Bagikan