Pungutan Iuran Sampah Beratkan Masyarakat, Ini Janji Appi-Rahman dalam 100 Hari Kerja


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Tak sedikit warga yang menyambut baik rencana Calon Walikota Makassar Munafri Arifuddin yang menggagas program pembebasan retribusi sampah rumah tangga.Meski pungutannya tak seberapa, namun bagi warga prasejahtera, angka retribusi sampah cukup memberatkan.

Dengan adanya kebijakan tersebut, warga bisa sedikit merenggangkan ikat pinggang karena iuran rutin yang mereka keluarkan sedikit berkurang dan bisa dialihkam ke kebutuhan lainnya.

“Penggratisan pungutan iuran sampah sangat diharapkan masyarakat. Memang tidak terlalu besar itu, tapi lumayan juga kalau digratiskan, bisa buat beli beras 5 kilo,” ucap Ketua RT 1 RW 12 Kelurahan Borong, Syamsuddin saat ditemui fajar.co.id, di Borong Indah, Manggala, Kota Makassar, Jumat (2/10/2020).

Menanggapi hal tersebut, Politisi PPP Azis Namu menegaskan, salah satu program unggulan Appi-Rahman yang akan dicetuskan dalam 100 hari kerjanya adalah pembebasan retribusi sampah rumah tangga.

“Appi-Rahman telah berkomitmen dalam 100 hari kerjanya akan menggratiskan iuran sampah untuk rumah tangga. Program ini akan kita suarakan ke masyarakat. Seluruh kota digratiskan, khusus untuk sampah rumah tangga,” ungkap Azis.

Memang, pendapatan asli daerah (PAD) otomatis akan berkurang jika kebijakan ini dijalankan. Namun ia menilai angka tersebut tidak terlalu besar jika dibandingkan dengan maslahat yang dirasakan masyarakat.

“PAD tidak seberapa yang hilang. Paling sekitar Rp 5 miliar. Kita bisa ganti dengan sumber-sumber pendapatan lain. Toh program ini kan untuk masyarakat juga. Untuk meringankan beban keuangan warga khususnya bagi mereka yang terdampak pandemi,” paparnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...