Hati-hati… Selama Tahapan Pilkada, Konten Internet Diawasi Ketat

ILUSTRASI/ INTERNET

FAJAR.CO.ID — Pengawasan serta penindakan konten negatif di media sosial dalam Pilkada 2020 membutuhkan peran banyak pihak. Lembaga pengawas pemilu pun menggajak Tim Siber Mabes Polri untuk memperkuat pengawasan konten di internet.

Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menjelaskan, Sentra Penegakkan Hukum Terpadu (Gakkumdu) memiliki waktu terbatas dalam menangani setiap temuan pelanggaran. Termasuk dalam mengawasi media sosial atau daring hanya terbatas kepada partai politik (parpol), gabungan parpol, pasangan calon atau tim kampanye, tetapi tidak untuk pihak lainnya.

“Kami melihat selama ini Sentra Gakkumdu tidak bisa menjangkau itu (pihak lain) karena keterbatasan waktu dan aturan. Saya rasa Tim Siber Bareskrim Polri yang bisa (menangani) kepada pihak-pihak lain,” katanya, Sabtu (3/10).

Sentra Gakkumdu, kata Fritz dalam mengkaji sebuah temuan harus melakukan pleno terlebih dahulu antara Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan. Padahal, batas waktu penanganan juga terus berjalan.

“Jika, (temuan hanya-red) ke Sentra Gakkumdu harus rapat pleno dulu apakah ini masuk pelanggaran atau tidak. Kemudian baru akan di bahas di Sentra gakkumdu dan itu argonya sudah jalan pak. Sedangkan kalau dikirim ke tim siber tidak punya argo (batas waktu penanganan pelanggaran),” jelasnya.

Diketahui, berbeda dengan kampanye pada pemilihan sebelumnya, selama 71 hari ini ada sejumlah hal baru yang mengatur batasan dan larangan kampanye yang berpedoman pada protokol kesehatan pencegahan penularan Covid-19.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...