Pemerintah Arab Saudi Beri Izin Ibadah Umrah Secara Bertahap, Ini Penjelasan Kemenag RI

Masjidil Haram dalam kondisi kosong setelah pemerintah Arab Saudi menghentikan semua kegiatan umrah terkait pencegahan virus corona. Foto: Reuters

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag RI, Nizar Ali, menyebut, terdapat beberapa tahapan dan protokol kesehatan dalam pelaksanaan ibadah umrah yang akan dibuka pada 1 November mendatang.

Sebelumnya terkait pelaksanaan ibadah umrah, Nizar Ali menegaskan kepastian keberangkatan jemaah umrah Indonesia masih menunggu pengumuman dan izin dari Arab Saudi.

Hingga kini, kata dia, belum ada informasi resmi yang disampaikan berkenaan dengan kemungkinan akan diizinkannya keberangkatan jemaah umrah asal Indonesia.

“Belum ada kepastian terkait izin keberangkatan jemaah umrah Indonesia. Kita masih menunggu dan berkoordinasi dengan pihak perwakilan di KJRI Jeddah, potensi dan harapan untuk Indonesia masih ada, karenanya kita berdoa semoga nama Indonesia masuk dalam list yang dikeluarkan Arab Saudi,” terang Nizar.

Sementara terkait tahapan pelaksanaan umrah, Nizar mengaku sudah mengetahui bahwa Arab Saudi akan mulai memberikan izin penyelenggaraan umrah secara bertahap.

Ia menjelaskan terdapat tiga tahap yang direncanakan Pemerintah Arab Saudi.

Pertama, lanjut Nizar, mengizinkan warga negara Saudi dan ekspatriat yang tinggal di sana (mukimin) untuk menunaikan ibadah umrah mulai 4 Oktober 2020 M.

“Izin ini hanya untuk 30% dari kapasitas Masjidil Haram sesuai hitungan protokol tindakan pencegahan penyebaran Covid-19 yaitu 6.000 jamaah perhari,” jelasnya.

Kedua, mengizinkan ibadah umrah dan salat di Masjidil Haram bagi warga negara Saudi dan mukimin mulai 18 Oktober 2020 M.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...