RUU Cipta Kerja, KASBI Mogok Massal 6-8 Oktober

Minggu, 4 Oktober 2020 18:24

Ilustrasi-- Massa yang tergabung dalam berbagai aliansi buruh saat menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di sekitar gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020). Pada aksi tersebut buruh bersama mahasiswa menolak omnibus law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) yang dinilai merugikan kaum buruh. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Gelombang penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja makin kuat. Apalagi setelah pemerintah dan DPR RI sepakat untuk membawanya ke dalam rapat paripurna pada Kamis (8/10) mendatang.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos mengatakan, buruh bersama mahasiswa, kaum tani dan masyarakat akan melakukan mogok massal pada 6-8 Oktober 2020 mendatang.

Demonstrasi di tengah pandemi Covid-19 itu, teugas Nining, dilakukan untuk menyuarakan penolakan agar Omnibus Law tidak disahkan oleh pemerintah bersama DPR RI. Masa diberbagai daerah akan menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law.

“KASBI bersama kawan-kawan yang terus konsisten berjuang akan melakukan gerakan secara bersama-sama untuk menolak, untuk mendesak pemerintah dan DPR melakukan pembatalan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja,” kata Nining dalam diskusi daring, Minggu (4/10).

Nining juga mengatakan, pemerintah Jokowi dan DPR tidak mempunyai itikad baik pada masa pandemi Covid-19 ini, karena mereka tetap melakukan pembahasan Omnibus Law. Bahkan pada Sabtu (3/10) malam, secara diam-diam demi ingin melanjutkan RUU Cipta Kerja tersebut untuk dibawa ke paripurna agar disahkan menjadi Undang-Undang.

Bagikan berita ini:
10
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar