RUU Cipta Kerja, KASBI Mogok Massal 6-8 Oktober

Ilustrasi-- Massa yang tergabung dalam berbagai aliansi buruh saat menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cipta Kerja di sekitar gedung MPR/DPR RI, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/7/2020). Pada aksi tersebut buruh bersama mahasiswa menolak omnibus law RUU Cipta Kerja (Ciptaker) yang dinilai merugikan kaum buruh. (Dery Ridwansah/ JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Gelombang penolakan Rancangan Undang-Undang (RUU) Omnibus Law Cipta Kerja makin kuat. Apalagi setelah pemerintah dan DPR RI sepakat untuk membawanya ke dalam rapat paripurna pada Kamis (8/10) mendatang.

Ketua Umum Kongres Aliansi Serikat Buruh Indonesia (KASBI), Nining Elitos mengatakan, buruh bersama mahasiswa, kaum tani dan masyarakat akan melakukan mogok massal pada 6-8 Oktober 2020 mendatang.

Demonstrasi di tengah pandemi Covid-19 itu, teugas Nining, dilakukan untuk menyuarakan penolakan agar Omnibus Law tidak disahkan oleh pemerintah bersama DPR RI. Masa diberbagai daerah akan menyuarakan penolakan terhadap Omnibus Law.

“KASBI bersama kawan-kawan yang terus konsisten berjuang akan melakukan gerakan secara bersama-sama untuk menolak, untuk mendesak pemerintah dan DPR melakukan pembatalan terhadap RUU Omnibus Law Cipta Kerja,” kata Nining dalam diskusi daring, Minggu (4/10).

Nining juga mengatakan, pemerintah Jokowi dan DPR tidak mempunyai itikad baik pada masa pandemi Covid-19 ini, karena mereka tetap melakukan pembahasan Omnibus Law. Bahkan pada Sabtu (3/10) malam, secara diam-diam demi ingin melanjutkan RUU Cipta Kerja tersebut untuk dibawa ke paripurna agar disahkan menjadi Undang-Undang.

“Tidak ada keseriusan pemerintah dan DPR. Di mana kita tahu saat ini, kaum buruh dan rakyat Indonesia banyak kehilangan pekerjaan karena PHK yang semena-mena, banyak kaum tani digusur tanahnya dipaksa atas nama kepentingan investasi atau kepentingan korporat, banyak buruh yang kemudian dirumahkan juga tidak bisa mendapatkan haknya. Belum lagi para pedagang, tukang ojek yang kemudian hari ini juga mengalami kesukitan yang sekamin besar dihadapi oleh rakyat,” jelas Nining.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...