RUU Cipta Kerja, KASBI Mogok Massal 6-8 Oktober

Minggu, 4 Oktober 2020 18:24

Ilustrasi-- Massa yang tergabung dalam berbagai aliansi buruh saat menggelar aksi unjuk rasa menolak Omnibus Law RUU Cip...

“Tidak ada keseriusan pemerintah dan DPR. Di mana kita tahu saat ini, kaum buruh dan rakyat Indonesia banyak kehilangan pekerjaan karena PHK yang semena-mena, banyak kaum tani digusur tanahnya dipaksa atas nama kepentingan investasi atau kepentingan korporat, banyak buruh yang kemudian dirumahkan juga tidak bisa mendapatkan haknya. Belum lagi para pedagang, tukang ojek yang kemudian hari ini juga mengalami kesukitan yang sekamin besar dihadapi oleh rakyat,” jelas Nining.

Lebih lanjut, Nining menuturkan, RUU Omnibus Law Cipta Keja merupakan suatu kejahatan yang berimbas pada hajat hidup orang banyak. “Untuk itu gerakan buruh bersama rakyat. Bersama aliansi aliansi di berbagai macam daerah akan menyampikan sikap tegas kita mendesak untuk melakukan pembatalan,” tegas Nining.

Sementara itu, Sekertaris Jenderal Konsorsium Pembaruan Agraria (KPA) Dewi Kartika menolak keseluruhan isi Omnibus Law RUU Cipta Kerja. Dia pun mengajak seluruh komponen serikat petani dan organisasi rakyat yang selama ini memperjuangkan reforma agraria di berbagai wilayah, untuk mulai melakukan persiapan-persiapan menuju aksi serentak nasional pada 6-8 Oktober 2020.

Bagikan berita ini:
6
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar