Demokrat Tolak RUU Cipta Kerja, Zulkifli Thahir: Itu Sejalan dengan Visi Misi Appi-Rahman


FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Ketua Bappilu Partai Demokrat Kota Makassar, Zulkifli Thahir mengapresiasi Fraksi Demokrat di DPR RI yang menolak pengesahan Rancangan Undang-undang atau RUU Cipta Kerja.

Sidang paripurna yang digelar hari ini, Senin (5/10/2020) dengan agenda pembicaraan tingkat II terhadap RUU Cipta Kerja berjalan alot. Partai Demokrat dan PKS kukuh menolak RUU yang menuai protes dari kalangan buruh itu.

Zulkifli Thahir mencatat ada tiga catatan kritis Fraksi Demokrat terkait RUU Ciptaker. Pertama, ada ketidakadilan di ketenagakerjaan, seperti aturan prinsip no work no pay oleh pengusaha karena upah dibayar berdasarkan satuan waktu kerja per-jam.

“Aturan mengenai hak pekerja atas istirahat selama dua hari dalam sepekan juga dihilangkan karena 40 jam dalam satu pekan dikembalikan dalam perjanjian kerja,” ujarnya.

RUU ini juga mengandung sistem easy hiring but easy firing, misalnya ketentuan mengenai pekerja kontrak dan outsourcing yang dilonggarkan secara drastis juga menyebabkan pekerja kesulitan mendapatkan kepastian hak untuk menjadi pekerja tetap.

Selanjutnya, terkait sektor lingkungan hidup dan pertanahan. RUU Ciptaker berpotensi memunculkan dampak mengkhawatirkan bagi sektor pertanahan karena melegalkan perampasan lahan sebanyak dan semudah mungkin untuk Proyek Prioritas Pemerintah dan Proyek Strategis Nasional yang pelaksanaannya dapat diserahkan kepada swasta.

Dalam masalah lingkungan hidup, RUU tersebut memberikan kemudahan syarat pembukaan lahan untuk perusahaan di berbagai sektor dan pengadaan lahan di bawah lima hektare.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...