Galeri Anggrek Unhas, Wadah Kewirausahaan bagi Mahasiswa

  • Bagikan

Doktor lulusan Universitas Chiba Jepang tersebut menjelaskan, Galeri Anggrek awalnya memperoleh pendanaan dari internal Universitas Hasanuddin, namun dua tahun terakhir pihaknya juga memperoleh pendanaan dari Program Pengembangan Usaha Produk Intelektual Kampus (PPMU-PPUPIK) untuk pengembangan usaha ini.

Tidak hanya sekedar memproduksi bibit, dan menjual tanaman, kegiatan Galeri Anggrek juga mencakup rental dan dekorasi tanaman anggrek, klinik tanaman, hingga pelatihan produksi bibit tanaman anggrek secara in vitro yang diminati hobiis dan pengusaha tanaman hias.

Sayangnya, ketika pandemi Covid 19 merebak hampir seluruh kegiatan usaha Galeri Anggrek dihentikan. Tak ada lagi permintaan dekorasi, rental, apalagi pelatihan, omzet Galeri Anggrek sempat menurun drastis.

Dalam kondisi tersebut, Rinaldi menyadari bahwa satu-satunya kegiatan usaha yang dapat dioptimalkan adalah penjualan. Dibantu para mahasiswa, Galeri Anggrek menggenjot penjualan secara online. Instagram, Facebook, hingga status WhatsApp menjadi tempat untuk mempromosikan beragam bunga koleksi galeri.

"Mahasiswa kami cukup kreatif mendesain berbagai brosur dan memasarkan lewat sosial media,” ujarnya.

Tak hanya promosi, Galeri Anggrek juga berinovasi, jika awalnya hanya menawarkan tanaman hias, pada masa pandemi mereka menawarkan paket penanaman dan pemeliharaan anggrek. Dalam paket tersebut, konsumen memperoleh bibit anggrek, atau tanaman anggrek yang belum berbunga penuh, dilengkapi dengan media tanam, dan pupuk.

“Merawat bunga anggrek ini menjadi semacam terapi untuk melepas stress selama masa WFH,” tambah Rinaldi.

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan