Galeri Anggrek Unhas, Wadah Kewirausahaan bagi Mahasiswa

  • Bagikan

Berbagai upaya yang dilakukan untuk mendongkrak pendapatan Galeri Anggrek berbuah manis, dalam kurun waktu dua bulan, penjualan anggrek meningkat pesat. Jika awalnya, dalam sebulan penjualan hanya mencapai puluhan tanaman, kini angkanya telah menembus ratusan tanaman. Omzet yang diperoleh dari penjualan kini dapat menutupi kehilangan pendapatan dari kegiatan rental, dekorasi, hingga pelatihan.

“Anggrek kami telah dikirim ke Toraja, Soppeng, Sidrap, Enrekang, hingga ke Sulawesi Barat,” jelasnya.

Sebagian besar anggrek yang dikirim ke luar daerah adalah permintaan dari UKM yang bergerak di bidang tanaman hias. Sementara untuk dalam Kota Makassar, permintaan masih didominasi oleh pembelian indivudu.

Dukung UKM

Kehadiran Galeri Anggrek juga turut mendukung berkembangnya UKM yang bergerak di bidang penjualan tanaman hias. Syamsul Mamma, misalnya, pemilik usaha tanaman hias Kumikohanaya ini mengaku cukup terbantu dengan hadirnya Galeri Anggrek Unhas.

Ancu, sapaan akrabnya, mengatakan sebelumnya ia selalu mendatangkan anggrek dari Jawa untuk memenuhi pesanan konsumennya. Kini dengan hadirnya Galeri Anggrek, tanaman cukup diambil dari Makassar, dengan harga yang cukup bersaing. Tanpa perlu lagi mengeluarkan biaya transportasi yang cukup besar, margin keuntungan yang diperoleh Ancu menjadi lebih besar.

“Bekerja sama dengan Galeri Anggrek, kami telah mengirim anggrek hingga ke wilayah Sulawesi Barat,” kata alumni Fakultas Pertanian Unhas ini.

Ancu juga membenarkan selama masa pandemi, penjualan anggrek justru meningkat pesat.“Ratusan pot bisa habis hanya dalam satu minggu,” ujarnya. (Rls)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan