Hendak Diperiksa, Tersangka Korupsi di Bone Tiba-tiba Sakit

korupsi

FAJAR.CO.ID, BONE — Kepala Desa Tondong, Kecamatan Tellu Limpoe, Ardi ditetapkan sebagai tersangka korupsi dana desa. Saat hendak diperiksa, dia tiba-tiba sakit.

Kepala Cabang Kejaksaan Negeri Bone Lappariaja, Andi Hairil Akhmad mengatakan, eksekusi terpaksa ditunda dan agenda pemeriksaan tersangka terpaksa harus dijadwalkan ulang.

Pasalnya, pada agenda pemeriksaan, Rabu 30 September penasihat hukum tersangka menyampaikan kepada penyidik kliennya sakit.

“Tersangka (Ardi) tidak dapat hadir memenuhi panggilan penyidik karena dalam keadaan sakit yang dibuktikan dengan memperlihatkan surat keterangan sakit. Pemeriksaan tersangka akan kami jadwalkan ulang,” ucapnya seperti dikutip dari Harian Fajar (Fajar Indonesia Network Grup), Sabtu, 3 Oktober.

Ardi ditetapkan tersangka setelah penyidik Cabjari Lapariaja mencermati fakta-fakta yang berkembang dalam proses penyidikan dan menemukan bukti permulaan yang cukup dengan merugikan negara sebesar Rp330 juta.

Dia juga diduga telah menguntungkan diri sendiri dan menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang merugikan keuangan negara atau perekonomian negara.

Kata Hairil, selama proses penyidikan, penyidik Cabjari Lappariaja telah melakukan pemeriksaan terhadap 16 orang saksi yang terdiri dari para pelaksana kegiatan, perangkat aparatur desa, TPK, tukang, pendamping desa, tim verifikasi kecamatan, ahli teknis dan auditor.

“Berdasarkan laporan hasil perhitungan kerugian negara dari Tim Audit Inspektorat daerah Pemkab Bone diperoleh total kerugian negara senilai Rp330 juta,” bebernya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...