Ini Penyebab Padamnya Listrik di Wilayah Jatim

Senin, 5 Oktober 2020 08:14

Ilustrasi petugas PLN lakukan perbaikan jaringan listrik. (Dok/fajar)

Oleh karena itu, kata dia, PLN akan terus berusaha menyosialisasikan bermain layang-layang dengan aman kepada masyarakat baik melalui media sosial, elektronik, dan media cetak. Selain itu juga sosialisasi langsung kepada warga sekitar jalur SUTT/SUTET.

”Tujuannya semata-mata demi kemanan para warga dan keandalan pasokan listrik. Dengan hantaran listrik 70.000 Volt, 150.000 Volt, dan 500.000 Volt, sungguh berbahaya bila terjadi risiko yang tidak diinginkan,” kata Suroso.

Sementara itu, apabila ada yang melanggar akan dikenakan sanksi sesuai aturan Undang Undang Nomor 30 Tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan. Yakni setiap orang yang akibat kegiatannya, mengakibatkan terputusnya aliran listrik sehingga merugikan masyarakat, diancam pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 2,5 miliar.

”Petugas PLN selalu siaga berpatroli rutin mengamankan jalur pasokan listrik khususnya jaringan tegangan tinggi SUTT danSUTET. Kami mengimbau pada warga agar selalu waspada dalam bermain layangan ataupun balon udara, menjauh dari jaringan listrik agar warga aman dari risiko bahaya tersangkut jaringan listrik,” ucap Suroso. (jpc)

Bagikan berita ini:
3
3
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar