Kadar Oksigen dalam Darah Donald Trump Turun dan Demam Tinggi, Sempat Memburuk

Presiden AS Donald Trump dan salah satu pembantu dekatnya, Hope Hicks. Foto: Carlos Barria/Reuters

FAJAR.CO.ID, WASHINGTON – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjalani perawatan di Pusat Medis Militer Nasional Walter Reed akibat terpapar COVID-19.

Tim medis COVID-19 sedang memantau kondisi paru-paru Donald Trump usai diberikan oksigen tambahan pada Jumat. Presiden berusia 74 tahun itu telah menerima dua dosis obat antivirus Remdesivir, serta obat steroid deksametason, yang digunakan untuk kasus parah.

Dr. Sean P. Conley mengakui bahwa kadar oksigen dalam darah Trump menurun dalam beberapa hari sebelumnya dan mengalami demam tinggi pada Jumat pagi.

Dia mengungkapkan bahwa kondisi presiden memburuk dari yang dilaporkan sebelumnya. Namun Conley menyebutkan bahwa kondisi Trump pada Minggu membaik.

Trump selama ini seringkali meremehkan risiko pandemi COVID-19, yang telah menginfeksi 7,4 juta warga Amerika, menelan lebih dari 209.000 korban jiwa dan menyebabkan ekonomi babak belur yang berujung pada hilangnya jutaan pekerjaan.

Dua anggota staf Gedung Putih terbukti positif COVID-19 beberapa pekan lalu dan ajudan pribadi Trump, Nicholas Luna, juga terinfeksi virus corona, menurut sumber yang mengetahui kondisi tersebut.

Ditanya mengenai pemeriksaan apa yang mengungkapkan kondisi paru-paru Trump, Conley menjawab: “Ada sejumlah temuan perkiraan, namun tidak ada masalah klinis yang berarti.”

Tanggapan Conley menunjukkan bahwa sinar X mengungkapkan tanda-tanda pneumonia (radang paru-paru), kata Dr. Amesh Adalja, spesialis penyakit menular di Universitas Johns Hopkins.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...