Kemenag Sulsel Minta Asosiasi Biro Perjalanan Haji dan Umrah Bersaing Secara Sehat


FAJAR.CO.ID,MAKASSAR– Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulsel, Khaeroni menegaskan kepada seluruh Penyelenggara Haji dan Umrah (PHU) untuk menghindari malapraktek dalan melakukan penjualan layanan paket haji atau umrah ke masyarakat.

Belajar dari kasus-kasus sebelumnya, ia mengingatkan agar seluruh penyelenggara haji dan umrah tidak lagi menimbulkan kerugian pada umat.Terlebih sampai membawa istilah ibadah Sakral dalam Islam yakni Haji dan Umrah.

“Bersainglah dengan sehat dan sesuai aturan utamanya terkait paket layanan Haji dan Umrah, hindari cara-cara yang berpotensi mendatangkan mafsadah dan kerusakan sosial” ucap Khaeroni usia bersilaturahmi dengan Dewan Pengurus Daerah AMPHURI, Senin (5/10/2020).

Tidak sampai di situ, Khaeroni juga berharap Asosiasi Biro Perjalanan Haji dan Umrah dapat menyisihkan keuntungan perusahan yang didapatkan berupa dana CSR.

“Semata mata untuk membantu perbaikan bidang pendidikan agama kita, bisa Madrasah, Pontren atau lainnya, sehingga keuntungannya bisa lebih mendatangkan keberkahan dunia akhirat,” imbuh Khaeroni.

Khaeroni menambahkan jelang keberangkatan ibadah umrah yang digelar 1 November mendatang, sinergitas antara seluruh elemen pemerintahan sangat dibutuhkan.

Mendengar itu, Dewan Pengurus Daerah AMPHURI, Ardiansyah Arsyad dan Sekertaris AMPHURI, Andi Chandrawali Makmur yang baru saja terpilih ini mengaku siap untuk dukungan dan bersinergi dengan Kemenag Sulsel, khususnya dalam hal pemberian layanan Haji dan Umrah. (Anti/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...