Meski Pandemik, Nilai Tukar Petani Alami Tren Peningkatan

ekonomi

FAJAR.CO.ID,MAKASSAR- Badan Pusat Statistik merilis angka Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat mengalami peningkatan. Pada September lalu, NTP mencapai 97,40 naik 0,85 persen dibandingkan bulan Agustus yang hanya mencapai 96,58 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Sulawesi Selatan, Yos Rusdiansyah menyebut NTP digunakan sebagai indikator untuk mengetahui tingkat kesejahteraan petani.

Meski pandemi Covid-19, Nilai Tukar Petani tetap tumbuh walau tak signifikan, mengingat Sulawesi Selatan adalah salah satu pemasok atau penyangga pangan Nasional.

Selain NTP, ia menuturkan Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) juga ikut naik sekira 98,34 persen atau tumbuh sebesar 0.92 persen dibandingkan bulan sebelumnya.

“Kenaikan NTP sebesar 0,85% dan NTUP sebesar 0,92%, artinya dari hasil ini baik akan lebih baik,” kata Yos saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp.

Yos menjelaskan, penyebab tumbuhnya NTP dan NTUP disebabkan beberapa faktor pendukung seperti pada dua subsektor yaitu, subsektor Tanaman Pangan dan subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat.

Misalnya di subsektor Tanaman Pangan yakni komoditas jagung, gabah, dan kacang hijau.

Sedangkan di subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat yaitu komoditas kelapa, sawit, lada, dan cengkeh.

“Pada bulan September 2020, Nilai Tukar Petani Subsektor Tanaman Pangan (NTPP)mengalami kenaikan sebesar 0,72 persen dari bulan sebelumnya,” ungkap Yos.

Menurutnya, tren peningkatan NTP pada subsektor tanaman pangan terjadi lantaran kenaikan indeks yang diterima petani (it) lebih besar dibandingkan dengan kenaikan indeks yang dibayar petani (ib).

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...