Paripurna Berjalan Alot, Demokrat Pilih Walk Out Setelah RUU Cipta Kerja Disahkan

Sidang paripurna DPR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sidang paripurna dengan agenda pembicaraan tingkat II terhadap RUU Cipta Kerja berjalan alot. Partai Demokrat dan PKS kukuh menolak RUU yang menuai protes dari kalangan buruh itu.

Perwakilan Fraksi Demokrat, Benny K Harman beberapa kali melakukan intrupsi dalam sidang yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPR, Aziz Syamsuddin itu.

Bahkan setelah pimpinan sidang memutuskan menetapkan RUU Cipta Kerja. Benny tetap meminta kesempatan untuk berbicara lagi. Itu sebelum, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto sebagai perwakilan pemerintah membacakan pandangan pemerintah di podium sidang.

“Saya sudah berikan kesempatan kepada Fraksi Demokrat. Nanti Pak Benny setelah pandangan pemerintah,” kata Aziz saat Benny mengajukan izin bicara.

“Kami dulu, sebelum pemerintah, baca pasal ini soal inflasi,” teriak Benny.

“Pak Benny anda bisa dikeluarkan dari sidang jika tidak taat. Tidak! Saya yang atur rapat ini,” balas Aziz.

“Sebelum pemerintah yang saya sangat hormati, berikan kami kesempatan 1 menit. kalau demikian kami fraksi Demokrat menyatakan walk out dan tidak bertanggung jawab atas keputusan sidang,” teriak Benny sebelum meninggalkan ruangan sidang.

Setelah hujan intrupsi dari Demokrat, Menko Airlangga Hartarto akhirnya menyampaikan sambutan pemerintah atas disahkannya RUU Cipta Kerja.

“Alhamdulillah dalam sidang sore ini, UU ini diketok oleh anggota dewan yang terhormat. Aturan ini merevisi beberapa UU yang menghambat penciptaan lapangan kerja, sekaligus instrumen penyederhanaan birokrasi,” ungkapnya. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...