Paripurna Mendadak Sahkan RUU Cipta Kerja, Mardani Ali Sera: Takut Didemokah?

Mardani Ali Sera

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– DPR akhirnya melakukan sidang paripurna untuk mengesahkan Omnibus Law Rancangan Undang-undang (RUU) Cipta Kerja, Senin (5/10/2020).

Sidang itu sendiri dilakukan lebih cepat dari jadwal yang telah ditentukan DPR. Dalam surat undangan rapat yang tersebar, agenda pengesahan RUU Cipta kerja masuk di poin keenam sebelum penutupan paripurna hari Senin ini.

Anggota DPR RI dari Fraksi PKS, Mardani Ali Sera ikut heran atas percepatan agenda penetapan RUU Cipta Kerja yang selama ini menuai pro-kontra di masyarakat.

“Tetiba paripurna penutupan dan pengesahan RUU Omnibus Law dimajukan hari ini 5 Oktober 2020 jam 15. Etiskah? Khawatir demo esokkah?” kata Mardani di akun Twitternya, Senin (5/10/2020).

PKS bersama Demokrat sendiri sejak awal telah menyatakan menolak usulan RUU tersebut.

Baca juga: RUU Cipta Kerja Disahkan, #MosiTidakPercaya dan #DPRRIKhianatiRakyat Jadi Trending

Sementara sebanyak tujuh fraksi melalui pandangan fraksi mini telah menyetujui yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan.

“Mestinya beri kesempatan semua pihak memberi masukan. Sikap PKS tegas: TOLAK OMNIBUS LAW!” tegas Mardani.

Hingga saat ini, Sidang Paripurna masih tengah berlangsung. Dan tengah memasuki agenda penetapan RUU Cipta Kerja.

Beberapa serikat buruh sendiri telah sepakat untuk melakukan aksi mogok nasional guna menolak pengesahan RUU Cipta Kerja yang rencananya akan disahkan menjadi UU pada rapat paripurna Kamis, 8 Oktober 2020 mendatang. Aksi mogok nasional itu akan berlangsung selama tiga hari, yaitu sejak tanggal 6 hingga 8 Oktober 2020. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...