Pemprov Sulsel Belum Ingin Terapkan PSBB, ini Alasannya

Ketua Tim Konsultan Covid-19, Prof Ridwan Amiruddin

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Ibu Kota DKI Jakarta yang memilih menerapkan kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk kesekian kalinya, nampaknya tidak akan dicontoh oleh pemangku kepentingan yang duduk di Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan.

Sebelumnya, Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah juga berharap agar kebijakan PSBB tidak lagi diterapkan di Sulsel.

Meningat aktivitas masyarakat dan perputaran ekonomi kini mulai berjalan normal, meski dengan menerapkan dan pengawasan protokol kesehatan ketat.

Selain itu, Ketua Tim Konsultan Covid-19, Prof Ridwan Amiruddin mengatakan Sulsel memilih tak PSBB lantaran rasio ketersediaan tempat tidur atau booth di rumah sakit rujukan penanganan Covid-19 dinilai cukup memadai.

Sehingga hal itu pula yang menjadi salah satu alasan PSBB tak diterapkan di Sulsel secara ketat seperti di Jakarta.

“Dari sisi tempat tidur kita itu kisarannya dari 19 sampai 24 persen, artinya tempat tidur kita untuk penanganan pasien Covid sangat tersedia cukup bagus,” ucap Prof Amiruddin, Senin (5/10/2020).

Lebih jauh, Prof Ridwan menambahkan dalam upaya penanganan Covid 19, keterlibaran tenaga medis juga menjadi salah satu kunci keberhasilan.

Untuk ketersediaan tenaga kesehatan, Ia mengaku, di Sulsel tercatat sebanyak 9.423 tenaga medis yang dikerahkan untuk melakukan penanganan Covid-19.

“Presentasinya terdiri dari 58 persen perawat, 7 persen dokter umum, 9 persen dokter spesialis, 13 persen tenaga penunjang dan selebihnya dari tenaga radiographer, analisi LAN dan farmasi,” ungkapnya.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...