Petani dan UMKM di Pelosok Makin Kencang Berkat Pertashop Pertamina

Peresmian Pertashop Desa Parigi, Gowa. (Dok Pertamina MOR VII)

FAJAR.CO.ID, GOWA– Daeng Amir, 52 tahun kini bisa bernapas lega. Untuk menjalankan pompa air di kebun, dirinya sudah tak perlu bersusah-susah payah menempuh perjalanan 15 Km lebih untuk membeli Bahan Bakar Minyak (BBM).

Sebagai seorang petani bawang di Desa Parigi, Amir biasanya membeli premium (bensin) atau pertalite di SPBU di Kota Malino, Kecamatan Tinggi Moncong, Kabupaten Gowa.

Pun jika kepepet, dia terpaksa membeli di pedagang eceran. Tentu dengan harga yang lebih mahal, bisa sampai Rp10 ribu untuk satu liter premium.

Sejak diresmikan akhir Agustus 2020 lalu, keberadaan Pertashop di Desa Parigi, Gowa sangat membantu dirinya bersama petani lainnya. Terutama yang sistem pengairan lahannya masih menggunakan pompa mesin air.

“Dulu harus keluar modal sampai Rp50 ribu untuk 5 liter bensin. Sekarang dengan beli pertalite bisa hemat Rp10 ribu. Belum lagi BBM untuk kendaraan angkut juga sudah mudah didapatkan,” kata Amir melalui sambungan telepon ke fajar.co.id, Sabtu (3/10/2020).

Lain lagi dengan Yusuf alias Daeng Uchu, warga Desa Lonjoboko Kecamatan Parang Loe itu mengaku bersyukur atas adanya Pertashop di Desa Parigi. Terlebih sangat membantu pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM).

Sehari-hari bekerja sebagai pembuat gula merah juga merasakan dampak hadirnya pertashop itu. Desanya sendiri berbatasan dengan Desa Parigi.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...