RUU Cipta Kerja Disahkan, #MosiTidakPercaya dan #DPRRIKhianatiRakyat Jadi Trending

Sidang paripurna DPR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Pimpinan dan anggota DPR akhirnya menyetujui Omnibus Law RUU Cipta Kerja tinggal menjadi UU dalam rapat paripurna, Senin sore (5/10/2020). Meski dua fraksi menyatakan menolak RUU ini yaitu Partai Keadilan Sejahtera dan Partai Demokrat.

Sementara sebanyak tujuh fraksi melalui pandangan fraksi mini telah menyetujui yaitu Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Partai Golkar, Partai Gerindra, Partai Nasdem, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Amanat Nasional dan Partai Persatuan Pembangunan.

Sidang Paripurna itu sendiri dihadiri langsung Ketua DPR RI Puan Maharani dan Menko Perekonomian Airlangga Hartanto beserta seluruh anggota DPR dan beberapa menteri.

Di lini masa media sosial terutama Twitter, tagar #MosiTidakPercaya, #BatalkanOmnibusLaw dan #DPRRIKhianatiRakyat pun jadi trending.

Pantauan fajar.co.id, #BatalkanOmnibusLaw dan #DPRRIKhianatiRakyat sudah ditweet sebanyak 33,8 ribu kali, sementara #MosiTidakPercaya dicuit 11,6 ribu kali.

Berikut beberapa cuitan netizen soal penolakan mereka terkait RUU Cipta Kerja.

“Melihat isinya omnibus ini hanya permulaan saja. Menjalankannya pasti ditindaklanjuti dgn tindakan “anti demokrasi” dan pelucutan bbrp hal dalam rule of law. Krn hanya dgn itu dia bisa berjalan di era hari ini utk membungkam rakyat dan pihak² yg dirugikan. Demokrat Tolak Omnibus.” tulis @jansen_jsp.

“Sembunyi-sembunyi menjadwalkan agenda SIDANG PARIPURNAJadwal yg beredar tgl 8 Oktober itu sengaja bikin kita semua lengah!Paripurna siang ini jam 2WIB! Marah…! Marahlahhhh kawan!!! #MosiTidakPercaya #BatalkanOmnibusLaw.” tulis @Lini_ZQ.

“Katanya sih demi ekonomi. Tapi emang bener RUU Cipta Kerja dapat memajukan ekonomi Indonesia? Jurnalis senior Farid Gaban berpendapat sebaliknya: Omnibus Law bisa menghancurkan ekonomi masyarakat Indonesia.BatalkanOmnibusLaw #TolakOmnibusLaw #MosiTidakPercaya #JegalSampaiGagal.” tulis @GreenpeaceID. (msn/fajar)

KONTEN BERSPONSOR

Komentar