Ujang Komaruddin: Banyak Kapitalis Jadi Anggota DPR, di Parpol dan Istana

Senin, 5 Oktober 2020 21:19

Direktur Indonesia Political Review Ujang Komaruddin-- dok jawa pos

POJOKSATU.id, JAKARTA – RUU Cipta Kerja akhirnya disahkan menjadi Undang-Undang dalam Rapat Paripurna, Senin (5/10/2020), sekitar pukul 17.50 WIB.

Dari total sembilan fraksi, tujuh fraksi menyetujui pengesahan tersebut. Namun Partai Amanat Nasional (PAN) menyetujui dengan syarat.

Sedangkan Fraksi Demokrat dan PKS, tegas menolak. Bahkan Partai Demokrat memutuskan walk out dalam rapat paripurna tersebut.

Pengesahan RUU Cipta Kerja itu tidak membuat pengamat politik Ujang komarudin terkejut.

Bahkan, Ujang mengaku sudah memprediksi sebelumnya bahwa DPR dan Pemerintah tetap akan mengesahkan RUU itu kendati sejak awal menuai penolakan dari banyak pihak.

Hal itu didasarkan atas pengesahan revisi UU KPK yang juga sejak awal ditentang banyak pihak tapi tetap disahkan.

“Jadi, walau ditolak dimana-mana, tetap dikebut dan diasahkan dalam waktu sesingkat-singkatnya,” ujarnya kepada PojokSatu.id, Senin (5/10/2020).

Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR) ini menduga, bisa saja pengesahan RUU Cipta Kerja itu titipan dari para kapitalis atau kaum bermodal.

Bagikan berita ini:
4
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar