Erwin Aksa: Itu Biasa dalam Bisnis, Gugatan Perdata Baru Didaftarkan

Erwin Aksa

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR— Kabar jika Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Pusat menerima gugatan Qatar National Bank QPSC formerly SAQ terhadap Keluarga Aksa Mahmud ditanggapi dingin internal keluarga Aksa Mahmud.

Pemberitaan di beberapa media daring ditanggapi sebagai hal liar dan berlebihan. “Yang benar baru didaftarkan. Dan itu hal biasa dalam bisnis. Tak ada corporat di dunia tak memiliki masalah perdata. Dalam kasus QNB ini ada yang berusaha menggiring menciptakan opini publik,” kata Erwin Aksa, mewakili keluarga Aksa Mahmud kepada media, Selasa 6 Oktober 2020.

Erwin yang mantan ketua BPP HIPMI ini menyayakan siap menghadapi gugatan perdata QNB di pengadilan.

“Gugatan perdata ini sifatnya sengketa bisnis biasa. Kami pun punya tuntutan yang mesti mendapatkan porsi keadilan di depan hukum,” terang Erwin.

Informasi ini muncul di Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Jakarta Pusat sejak beberapa hari lalu. Data umum klarifikasi perkara adalah wanprestasi. Dengan nomor perkara 562/Pdt.G/2020/PN Jkt.Pst.

“Belum ada putusan hukum, baru didaftarkan. Majelis hakim saja belum ditentukan,” katanya seraya menambahkan kasus ini pun tak terkait dengan manajemen Bosowa Grup karena sudah ada badan hukum terpisah yang menjadi pokok perkara.

Sementara itu, seperti dikutip Kuasa hukum penggugat Vebranto Yudo Kartiko. Status perkara penunjukan juru sita. Selaku tergugat adalah HM Aksa Mahmud, Erwin Aksa, Sadikin Aksa, dan Muhammad Subhan Aksa. Turut tergugat Mark Supreme Limited. Adapun isi petitum, atau hal yang dimintakan penggugat untuk disetujui hakim adalah menerima dan mengabulkan gugatan penggugat untuk seluruhnya.Isi petitum menyebutkan harus membayar Rp7.1 triliun.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...