Pendidikan Gratis, Sudahlah! Gaya Lama

Ni'matullah, Ketua Partai Demokrat Sulsel.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kebijakan Pendidikan Gratis dinilai sudah tidak efektif. Bantuan Operasioanal Sekolah dari Pusat sudah besar. Anggaran Pendidikan Gratis juga tak efektif.

Wakil Ketua DPRD Sulsel Ni’matullah, mengatakan, rencana Pemprov Sulsel menghapus kebijakan Pendidikan Gratis sebenarnya tidak masalah.

Menurut Ni’matullah, aturan pendidikan gratis di Sulsel ini hanyalah peraturan gubernur di masa kepemimpinan gubernur Syahrul Yasin Limpo. Dewan pun sudah meminta untuk dirombak, sebab tidak efektif. Khususnya pada penggunaan anggaran.

“Program ini hanya membebani keuangan provinsi saja. Sebab, daerah tak mampu memenuhi tanggungan anggaran program pendidikan gratis yang sebelumnya sudah disepakati,” bebernya.

Pembagian tanggungan anggaran Pendidikan Gratis adalah Pemprov Sulsel menanggung 40 persen dan pemerintah kabupaten/kota menanggung 60 persen bila program ini dijalankan. Kenyataannya, hanya pemprov yang mengalokasikan anggaran.

“Bayangkan kalau tiap tahun provinsi harus menggelontorkan anggaran Rp600-700 juta dan hanya anggaran itu yang dipakai. Tidak efektif,” bebernya.

Ketua Komisi E DPRD Sulsel, Rusdin Tabi, mengaku belum bisa mengomentari terkait rencana pemprov menghapus kebijakan Pendidikan Gratis. Dia mengaku belum mendalaminya. “Jangan dulu yah, saya belum bisa bilang apa-apa,” singkatnya.

Belajar daring di rumah/FAJAR

Bahasa Politik

Ketua Dewan Pendidikan Sulsel, Adi Suryadi Culla mengatakan, kebijakan pendidikan gratis sebetulnya butuh evaluasi. Sebab, sudah banyak aturan yang bersinggungan. Termasuk peraturan menteri tentang komite sekolah yang mengatur partisipasi siswa.

KONTEN BERSPONSOR

loading...

Komentar

Loading...